55 Tahun Yayasan St. Fransiskus

Ungkapan syukur menjadi cara terbaik dalam memaknai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Santo Fransiskus yang ke-55 pada tahun 2020 ini. Sekalipun berada dalam situasi pandemi, ungkapan syukur tersebut patut dilayangkan kepada Allah yang Mahabaik atas penyertaan-Nya sepanjang 55 tahun peziarahan Yayasan Santo Fransiskus. Beragam situasi sulit tiada henti menerpa peziarahan yayasan ini, namun berkat kebaikan Tuhan, Yayasan St. Fransiskus masih tetap bertahan hingga saat ini.

Dalam rangka memeriahkan HUT yayasan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar Yayasan St. Fransiskus kembali mengadakan beragam kegiatan yang melibatkan segenap keluarga besar yayasan, mulai dari aneka perlombaan seni, webinar, ibadat Transitus, dan memuncak pada perayaan ekaristi. Akan tetapi, berbeda dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan ditayangkan melalui kanal youtube Yayasan St. Fransiskus.

Rangkaian kegiatan ini memuncak pada perayaan ekaristi yang dilangsungkan di Gereja Hati Kudus Kramat (05/10/20) dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Yayasan. Perayaaan dimulai tepat pkl. 09.00 wib, dan diadakan secara konselebran oleh P. Mikhael Peruhe, OFM selaku pembina yayasan, P. Mateus Batubara, OFM selaku ketua yayasan, dan P. Thomas Ferry Suharto yang merupakan mantan ketua yayasan.

Dalam homilinya, P. Mike, OFM menekankan tiga hal yang kiranya perlu dimiliki dan dihidupi oleh Yayasan St. Fransiskus, khususnya selama masa krisis akibat pandemi ini, yaitu nilai persaudaraan, kerendahan hati, dan sukacita. Ketiga nilai ini, menurut P. Mike, mengalir langsung dari cara hidup Fransiskus Assisi, dan kiranya dapat diterapkan dalam peziarahan Yayasan St. Fransiskus di masa selanjutnya. Selain itu, dalam kata sambutannya, P. Mike juga tidak lupa berterimakasih kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik siswa-siswi. Selanjutnya, dalam kata sambutannya, ketua Yayasan St. Fransiskus, P. Mateus OFM, menekankan pentingnya spirit persaudaraan yang memungkinkan yayasan  bisa berjalan sampai sejauh ini, termasuk dalam masa pandemi ini. Masa-masa sulit akibat pendemi justru menjadi saat bagi semua pihak untuk bekerjasama dalam mencari solusi atas krisis yang terjadi saat ini. P. Mateus juga tidak lupa berterimakasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah terlibat dalam proses peziarahan yayasaan.

Setelah misa, rangkaian kegiatan diakhiri dengan pentas seni virtual. Dalam pentas seni ini ditampilkan beragam tampilan kreativitas dari para guru, siswa/i, dan karyawan/ti setiap unit. Acara yang diketuai oleh P. John Tukan, OFM tersebut sukses mewadahi kreativitas para peserta dan turut memeriahkan HUT ke-55 yayasan. Situasi pandemi tidak menjadi penghalang untuk melambungkan syukur dan bersukacita, sebaliknya situasi pandemi ini justru memunculkan beragam kreativitas dan cara-cara baru dalam mengungkapkan kegembiraan dan sukacita persaudaraan.

Selamat ulang tahun ke-55 Yayasan Santo Fransiskus. Pax et Bonum!!

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *