Depok, OFM – Selama kurang lebih satu pekan, Rabu (13/12/2023) – Selasa (19/12/2023), para novis melakukan retret pengolahan hidup. Selama satu pekan para novis diarahkan pada suasana keheningan untuk berefleksi melihat, mengenal, dan pada akhirnya menerima diri sendiri. Kegiatan retret pengolahan hidup dipimpin oleh Sr. M. Fransita, FCh dan Sr. M. Elisabeth, FCh. Retret pengolahan hidup ini tidak hanya berfokus pada pemaparan materi saja, tetapi juga dengan bentuk lainnya, seperti menonton film, bimbingan pribadi, latihan meditasi, dan juga sharing bersama. Kendati suasana umum adalah hening, para saudara novis antusias dengan dinamika yang disajikan.

Dalam retret ini, materi disampaikan dari dua kacamata yang saling berhubungan dan berkaitan erat yakni, dari sisi psikologis (oleh Sr. M. Fransita, FCh) dan sisi spiritual (oleh Sr. M. Elisabeth, FCh). Materi-materi yang disampaikan tersebut hendak membawa para saudara novis untuk melihat ke dalam dirinya dari sisi jasmani dan rohani. Semuanya itu terbungkus dengan baik dalam tiga fokus utama dalam retret pengolahan hidup ini, yakni: 1) penyembuhan luka batin, 2) pengolahan dimensi seksualitas, 3) aspek afeksi/perasaan. Ketiga fokus ini terarahkan pada tujuan utama retret, yakni “Mengalami Kasih Allah”.

Seluruh rangkaian retret pengolahan hidup ditutup dengan Perayaan Ekaristi pada Selasa (19/12/2023) siang yang dipersembahkan oleh Magister Novis, Sdr. F.A. Oki Dwihatmanto, OFM yang didampingi oleh Diakon Guido Ganggus, OFM. Dalam perayaan penutup yang dilaksanakan di Kapel Novisiat Transitus ini, seluruh saudara novis diutus untuk mewartakan, mengimplementasikan semua hal baik yang telah didapatkan dalam retret, dan menginternalisasikan semua nilai yang didapat dalam diri setiap pribadi.

Kontributor: Sdr. Stefanus Raka Putra Pratama (Novis OFM)

Ed.: Sdr. Vincent, OFM

Tinggalkan Komentar