Page 13 - Proprum Fransiskan
P. 13
12
Sebab iman Katolik bersandarkan pada pengakuan nama
Yesus dan terang-Nya, yang adalah terang bagi jiwa,
pintu kehidupan, dasar keselamatan kekal. Siapa yang
tidak memiliki nama iman ini atau telah meninggal-
kannya, berjalan seperti tanpa terang di dalam kegelapan
malam dan dengan mata tertutup terjerumus di dalam
marabahaya, namun ia mengikuti pemimpin yang buta,
apabila ia mempercayakan akalnya sendiri untuk
memahami rahasia surgawi. Atau, ia hendak memba-
ngun rumah dengan mengabaikan dasarnya, atau ia
hendak masuk rumah lewat atap dengan melewatkan
pintu. Jadi, Yesus adalah dasar itu, terang dan pintu itu.
Untuk menunjukkan diri-Nya sebagai jalan kepada
orang-orang yang tersesat, Ia memberikan terang iman
kepada semua orang.Melalui jalan itulah orang dapat
mencari Allah yang tidak mereka kenal, mengimani Dia
yang mereka cari, dan menemukan Dia yang mereka
imani. Dasar ini menopang Gereja, yang didirikan dalam
nama Yesus. Maka nama Yesus adalah cahaya para
pengkhotbah; oleh karena nama itu perkataannya dite-
rangi dengan cemerlang, diwartakan dan didengar. Dan
dari manakah, kausangka, di seluruh dunia terang iman
begitu kuat, begitu cepat, begitu hangat, seandainya
Yesus tidak diwartakan? Bukankah Allah telah
memanggil kita kepada terang-Nya yang ajaib karena
cahaya dan kemanisan nama itu? Kepada orang-orang
yang diterangi dan di dalam terang itu melihat terang
tadi, maka dengan tepatnya sang rasul berkata: “Dahulu
kamu adalah kegelapan tetapi sekarang kamu adalah
terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-
anak terang” (Ef 5:8). O nama yang penuh kerahiman! O

