Page 213 - Proprum Fransiskan
P. 213

212
        firman Kristus” (Rom 10:17), maka dari itu kotbah sabda
        Allah adalah perlu untuk hidup rohani, seperti penaburan
        untuk pemeliharaan hidup jasmani.
        Oleh  sebab  itu  Kristus  bersabda:  “Adalah  seorang
        penabur ke luar untuk menabur” (Mat 13:3). Si penabur
        pergi untuk mewartakan kebenaran. Seringkali kita baca,
        Allah telah menjadi pewartanya sendiri, misalnya ketika
        Ia  di  padang  gurun  dengan  suara  lantang  memberikan
        hukum  kebenaran  dari  surga  kepada  segenap  umat.
        Pernah juga malaikat Tuhan yang mewartakan, ketika Ia
        menegur umat di “tempat ratap tangis”, karena mereka
        telah  melanggar  hukum  Allah;  dan  semua  orang  Israel
        mendengar perkataan malaikat, menyesal dalam hatinya
        dan  menangis  dengan  keras  (bdk  Hak  2:4).  Musa  pun
        mewartakan  hukum  Taurat  kepada  seluruh  umat  di
        padang  Moab  sebagaimana  nyata  dari  Kitab  Ulangan.
        Akhirnya  datanglah  Kristus,  Allah  manusia,  untuk
        mewartakan  firman  Allah.  Untuk  itu  rasul-rasul  pun
        diutus-Nya sebagaimana dahulu Ia mengirim nabi-nabi.
        Demikianlah,  kotbah  itu  merupakan  tugas  apostolik,
        tugas  untuk  para  malaikat  dan  umat  kristiani,  sungguh
        tugas suci. Sebab firman Allah itu tak terhingga nilainya.
        Ia  bagaikan  harta  yang  memuat  semuanya,  sebab  dari
        padanya  datanglah  iman,  harapan  dan  kasih,  segala
        keutamaan,  segala  karunia  Roh  Kudus,  sabda  bahagia
        Injil,  segala  perbuatan  baik,  segala  pekerjaan  mulia
        kehidupan  dan  segala  kemuliaan  firdaus.  “Terimalah
        dengan lemah lembut, sedapnya firman yang tertanam di
        dalam  hatimu,  yang  berkuasa  menyelamatkan  jiwamu”
        (1Yak1:21).
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218