Page 278 - Proprum Fransiskan
P. 278

277
        sungguh  kemiskinan  yang  mencengangkan!  Raja  para
        malaikat,  Tuhan  langit  dan  bumi,  berbaring  di  dalam
        palungan.  Adapun di tengah-tengah  cermin  pandanglah
        kerendahan hati, paling tidak kemiskinan yang berbaha-
        gia,  jerih  payah  dan  penderitaan  yang  tak  terkatakan
        yang ditanggung-Nya untuk penebusan bangsa manusia.
        Pada  akhirnya  cermin  itu  juga,  pandanglah  kasih  yang
        tak terhingga, yang dengan-Nya Ia mau menderita pada
        kayu salib dan mau mati padanya secara jauh lebih keji
        dari pada segala cara lainnya.
        Dari sebab itu, cermin yang ditaruh pada kayu salib itu,
        yaitu Kristus, menyampaikan nasehat ini kepada orang-
        orang  yang  lewat:  “Hai  kamu  sekalian  yang  berlalu,
        pandanglah  dan  lihatlah,  apakah  ada  kesedihan  seperti
        kesedihan  yang  ditimpakan  Tuhan  kepadaku?”  (Rat
        1:12). Ia berseru dengan lantang, Ia meratap. Hendaklah
        kita  menjawab  serentak  dan  sehati:  “Jiwaku  selalu
        teringat  akan  hal  itu  dan  tertekan  dalam  diriku.”  (Rat
        3:20).  Oleh  karena  itu  hai  Ratu,  puteri  Raja  surgawi,
        biarlah  anda  selalu  semakin  kuat  bernyala  api  kasih
        anda!  Dan  lagi  pandanglah  kenikmatan  yang  tak
        terhingga,  kekayaan  dan  kehormatan  abadi,  dan  sambil
        mendambakannya  karena  keinginan  dan  cinta  kasih
        hatimu  yang  tak  terbatas,  berserulah:  Hai  pengantin
        surgawi, “Tariklah aku di belakangmu, dan kami hendak
        mengikuti   Engkau   dalam    keharuman   semerbak
        mewangi” (Kid 1:3).
        Aku  hendak  berlari  dan  tidak  berhenti,  sampai  Ia
        menghantar  aku  masuk  pondok  kebun  anggur-Nya,
        sampai lengan kiri-Nya menjangga kepalaku dan tangan
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283