Page 342 - Proprum Fransiskan
P. 342

341
        paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat
        25:35-40)
        Engkau  melihat  bahwa  karya-karya  amal-kasih  itu
        berakar dalam cinta kasih. Orang mesti ingat akan nilai
        besar mana yang ada padanya, karena melulu itulah yang
        patut mendapat pujian di dalam pengadilan terakhir yang
        keras  itu.  Tanpa  itu  tidak  bernilailah  kemurnian  bunga
        putih  metah  itu,  yaitu  kemurnian  keperawanan  tanpa
        pekerjaan-pekerjaan kasih.
        Setiap  orang  mesti  menguji  dirinya,  apa  ia  memiliki
        kehendak  itu.  Bila  engkau,  suatu  ketika  melihat  orang
        miskin,  orang  sakit  atau  orang  asing,  danberlalu  di
        depannya tidak tersentuh hatimu, tanpa kata doa sedikit
        pun  atau  menaruh  simpati  kepadanya,  adakah  engkau
        mempunyai  kehendak  untuk  memberi?  Engkau  sekali-
        kali  tidak  berkehendak  demikian.  Jika  engkau  tidak
        merasakan  kasih  sedikit  pun  kepada  sesama  yang
        berkekurangan, maka itu sama saja, kalau engkau tidak
        menaruh  belaskasih  kepada  orang  yang  menderita.
        Setiap  kali  kita  melihat  seorang  papa  mana  pun,  kita
        mesti mengenali  Kristus  di  dalam dirinya,  sebab  orang
        papa  itu  pun  adalah  anggota  Kristus.  Janganlah  kita
        mengunci  hati  kita  terhadapnya.  Hanya  dengan  itulah
        kita tahu, bahwa kasih Allah tinggal dalam diri kita.
        Kita  mesti  menaruh  lebih  banyak  belas  kasihan  lagi
        kepada orang-orang miskin, yang menyimpang dari jalan
        iman  yang  benar,  atau  dari  hidup  menurut  iman
        danberbaring  di  dalam  kotoran  dosa,  entah  mereka  itu
        sadar  akan  dosanya  entah  tidak.  Bagi  mereka  harus
        dipecah-pecahkan  Roti  para  malaikat;  Yesus  sendiri
   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346   347