Page 385 - Proprum Fransiskan
P. 385
384
Betapa manisnya Tuhan bagi mereka yang mengabdi
kepada-Nya.
Aku betul-betul heran sekali, bahwasanya tuan puteri
telah menyerahkan masalah semacam ini kepada orang-
orang terpelajar yang bukan ahli di bidang ini. Kalau ada
masalah tentang pertentangan atau kesulitan batin, maka
amat baiklah bila meminta nasihat pada para ahli hukum
atau ahli theologi, dan mengikuti pendapat mereka.
Tetapi mengenai kesempurnaan hidup, kebijaksanaan
terbaik menganjurkan supaya kita hanya meminta
nasihat pada mereka dengan amat jelas menunjukkan
bahwa dalam hal ini tiada seorang pun dapat mempunyai
pengertian atau pendapat yang lebih tepat daripada
mereka. Adapun nasihat-nasihat Injil, tidak perlulah
meminta pertimbangan orang, kecuali pertimbangan
tentang apakah nasihat-nasihat itu patut dipeluk atau
dapat dijalankan atau tidak; dan hal itu jelas merupakan
tanda tidak percaya!
Sebab nasihat Allah itu hanya dapat baik adanya, dan
pelaksanaannya tidak mengkin sulit, selain bagi orang
yang tidak percaya atau kurang berharap pada Allah;
sebab orang-orang seperti itu, dibimbing hanya oleh
patokan kebijakan insani saja. Sesungguhnya, Sang
Pemberi nasihat, yang berkuasa dalam segala-galanya,
juga menganugerahkan penawar. Sedangkan manusia,
dari dirinya sendiri, tidak dapat memberikan nasihat
yang baik, tanpa ingin dirinya dipandang baik adanya;
padahal dia sendiri, menurut kodratnya, adalah jahat.
Betapa lagi Dia, yang adalah kebaikan itu sendiri, ingin

