Page 392 - Proprum Fransiskan
P. 392
391
mendasarkan sumber-sumber seluruh muka bumi, telah
menghiasi cakerawala dengan bintang-bintang, dan
menandai tubir-tubir dengan batas-batas. Nah, apabila
semua hukum, baik hukum fisika, - yang menopang tata
alam semesta – maupun hukum-hukum moral yang
mengatur tingkah laku manusia, itu berasal dari sumber
yang satu dan sama juga, maka tidaklah mengherankan,
bahwa alam yang kelihatan ini dengan hukum-
hukumnya adalah upaya yang tepat, untuk menempuh
hidup manusia ke jalan keselamatan. Inilah tugas yang
boleh dikata tugas tertinggi Gereja. Lebih-lebih kaum
muda harus dibuat akrab dengan itu. Paulus telah
melukiskan hal ini dengan kata-kata yang amat jelas dan
yang amat dalam maknanaya dalam hidup manusia itu,
sebagai berikut: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua
yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua
yang suci, semua yang manis, semua yang sedap
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu
pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang
telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat
padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai
sejahtera akan menyertai kamu.” (Fil 4:8-9). Karena itu,
saudara-saudaraku, biarlah kita menyelidiki dengan giat
saksi-saksi surgawi untuk kehidupan kekal ini. Sebab
Penyelamat kita yang terkasih, tidak memberikan hukum
yang lain. Ia sendiri adalah harta harapan dan sukacita
kita, yang menyuruh kita untuk menjadi sempurna,
seperti Bapa di surga adalah sempurna. Itu pun diringkas
oleh rasul kesayangan Kristus, Yohanes, dengan jelasnya
dalam perkataan ini: “Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8).

