Page 74 - Proprum Fransiskan
P. 74
73
Dalam khotbahnya yang terakhir, hanya beberapa hari
sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dan
memberikan hidupnya demi imannya, dia memberikan
harapannya yang terakhir dalam kata-katan sebagai
berikut: “O Iman Katolik, betapa kokohnya engkau,
betapa kuat dan dalam engkau telah berakar, betapa
engkau telah terbangun kuat dan mantap di atas sebuah
fondasi kokoh! Langit dan bumi akan berlalu, tetapi
engkau tidak akan gagal. Pada mulanya seluruh dunia
berdiri menantangmu, tetapi engkau telah dengan
gemilang mengalahkan mereka semua. Inilah kemenang-
an yang telah mengalahkan dunia, iman kita. Iman itu
telah membuat raja-raja yang paling kuasa pun menjadi
hamba pada pemerintahan Kristus; iman itu telah
membawa bangsa-bangsa untuk melayani Kristus.
Apakah itu yang telah memberikan para rasul dan para
martir yang kudus kekuatan untuk menanggung
pangadilan yang kejam dan penderitaan yang pahit? Itu
adalah iman. Apa yang telah membimbing pengikut
sejati Kristus jaman ini untuk dapat mengesampingkan
kenikmatan hidup, meninggalkan kesenangan, memikul
yang berat-berat dan bertahan dalam menghadapi
pengurbanan? Itu adalah iman yang hidup, yang
menampakkan diri dalam kasih. Iman semacam inilah
yang mendorong kita untuk memberikan apa yang baik
sekarang ini dan di tempat ini, dengan mengharapkan
apa yang akan terjadi, dan berani menukar apa yang kita
miliki demi apa yang akan menjadi milik kita dalam
hidup yang akan datang.”

