Page 100 - Proprum Fransiskan
P. 100

99
        penuh derita. Apa yang hendak dikatakan Yesus dalam
        gambaran  “si  miskin  kecil”  itu?  Rahasia  besar  tentang
        transendensi, yang mengikat kita dalam bentuk ungkap-
        annya,  menggugah  dan  menarik  kita;  orang  mengira
        mendengar serian Injil: “Marilah kepada-Ku semua yang
        letih  lesyu  dan  berbeban  berat,  Aku  akan  memberi
        kelegaan kepadamu!” (Mat 11:28).
        Siapakah dia itu? Itulah Pater Leopold, yang dilahirkan
        tanggal 12 Mei 1866 dan meninggal di Padua tanggal 30
        Jul  1942,  dalam  usia  76  tahun.  Setelah  masuk  Ordo
        Kapusin ia menghabiskan sebagian terbesar hidupnya di
        dunia,  di  dalam  kamar  pengakuan.  Rincian  lebih  jauh
        dari  riwayat  hidupnya,  tidak  dapat  kami  berikan.  Ia
        berasal dari pantai timur laut Adriatik, dari Castelnuovo
        di daerah Cattaro. Ia selalu memelihar cinta yang setia
        kepada  tanah  kelahirannya,  walaupun semasa  hidupnya
        di  Padua,  tidak  sedikit  juga  ia  tertarik  kepada  tanah
        airnya yang itu dan melakukan pelayanan yang tak kenal
        lelah  dan  diam-diam  kepada  rakyatnya.  Tokoh  Beato
        Leopold  ini  mewujudkan  kewargaan  rangkap,  untuk
        meleburnya menjadi lambang keramahan dan persauda-
        raan,  sehingga  siapa  saja  yang  menghormatinya,  harus
        memilikinya  juga.  Rincian  hidup  Beato  Leopold  ini
        terwujud  dalam  satu  gagasan,  suatu  tekad  yang
        menguasai  seluruh  hidupnya  yang  kita  sekalian  kenal,
        yakni  “ekumenisme”  sebelum  kata  itu  memberi  artian
        ini, yaitu: ia memimpikan, meramalkan dan memajukan
        tanpa  melaksanakan  pemulihan  kesatuan  penuh  gereja-
        gereja,  yang  harus  mutlak  mengindahkan  aneka
        kekhususan tatanan etnisnya.
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105