Page 96 - Proprum Fransiskan
P. 96
95
badan dan mengangkat hati serta menutup semua indera,
hendaklah anda dalam keheningan, dengan hati yang
sedih dan remuk redam merenungkan kemalangan anda
yang sekarang, yang sudah lampau dan yang akan
datang. (...)
(3) Hal kedua yang perlu bagi seorang mempelai Allah
ialah bersyukur. Hendaklah ia bersyukur kepada Pencip-
ta dengan segala kerendahan hati atas segala kebaikan
yang sudah diterima dan yang masih akan datang. Sebab
tak sesuatu pun yang membuat manusia begitu layak
menerima anugerah Allah dari pada berterimakasih
kepada-Nya berulang kali atas sekian banyak anugerah
yang telah diterimanya. (...)
(4) Syarat ketiga, untuk doa yang sempurnya ialah, agar
pikiran anda melulu memikirkan apa yang sudah anda
percakapkan dalam doa. Sangat tidak pantaslah, kalau
seseorang berbicara dengan Allah hanya dengan mulut
belaka, sedang hatinya sibuk dengan pikiran yang lain,
sehingga separuh hatinya diangkat ke surga, sedangkan
separuhnya lagi tertahan di dunia ini. (...)
(5) Janganlah terpedaya, janganlah tertipu, janganlah
engkau sia-siakan buah doa anda yang melimpah itu,
janganlah kehilangan kemanisannya; jangan sampai
kesedapan yang mestinyaanda peroleh dari padanya,
dirampas. Sebab doa adalah sebuah timba untuk menim-
ba rahmat Roh Kudus dari sumber kenikmatan yang
berlimpah, yakni Allah Tritunggal yang Mahakudus. (...)
Jika engkau berdoa, pusatkanlah seluruh dirimu, masuki-
lah bersama sang Kekasih bilik hati anda, dan tinggallah
di sana sendirian bersama Dia sendiri, seraya melupakan

