Page 114 - Proprum Fransiskan
P. 114
113
sendiri, dan kasih kepada Allah bagaikan minyak
tercurah meresapi segala-galanya. Bersyukur kepada
Allah tak lain dan tak bukan adalah perbuatan batin;
yaitu orang yang menerima suatu anugerah surgawi
mengakui Allah yang tak terbatas dan Tuhan semesta
alam, asal segala kebaikan, maka ia bersukacita atas
kemuliaan Allah yang besar, justru karena ia layak
mendapat angerah itu, dan oleh karenanya ia bersedia
untuk lebih mengasihi Allah dan mengabdi kepada
Pembagi segala anugerah itul
Nah, bilamana engkau menerima suatu anugerah dari
Allah, maka persembahkanlah dengan riang dan gembira
segenap keberadaanmu kepada-Nya. Rendahkanlah
dirimu dan anggaplah dirimu tak berharga, sangkallah
kehendakmu, sehingga engkau dapat membaktikan
dirimu untuk pengabdian kepada-Nya. Nyatakanlah
banyak syukur, bahkan dengan tak kunjung putus, dan
bersukacitalah atas kekuasaan dan kebaikan Tuhan yang
melimpahi engkau dengan anugerah dan pemberian,
yang atasnya engkau bersyukur kepada-Nya. Jika engkau
ingin menyampaikan syukur yang berkenan kepada
Allah, maka sebelum bersyukur, rendahkanlah dirimu,
sangkallah dirimu dan hinakanlah dirimu di hadapan
Allah seraya mengakui kekurangan dan kepapaanmu,
agar engkau insyaf bahwa segala apa yang kau miliki
berasal dari kemurahan hati Allah, seraya bersukacita
dan bergembiralah karena kau lihat engkau dilimpahi
dengan anugerah serta menganggap tak berarti barang
fana dan keuntungan yang kau dapat. Dengan demikian
engkau dapat mengabdi kepada Allah dengan lebih baik.

