Page 118 - Proprum Fransiskan
P. 118
117
Bacaan II
Pembacaan dari Anggaran Dasar Tanpa Bula, 17:5-
19
Cintakasih dalam kerendahan hati, kesabaran dan
kesederhanaan.
(5) Karena itu, demi cintakasih, yang adalah Allah, aku
mohon dengan sangat kepada semua saudaraku; baik
pengkhotbah, pendoa maupun pekerja, entah rohaniwan
entah awam, agar berusaha merendahkan diri dalam
(6)
segalanya; tidak memegahkan diri, tidak berpuas-puas
diri, dan tidak meninggikan diri dalam batin atas perka-
taan dan perbuatan baik, bahkan atas kebaikan mana pun
yang dikerjakan atau dikatakan dan dilaksanakan oleh
Allah sewaktu-waktu dalam diri mereka atau melalui
mereka, sesuai dengan firman Tuhan ini: Walaupun
demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu
takluk kepadamu. (7) Hendaklah kita insafi sungguh-
sungguh, bahwa tidak ada yang kita miliki selain cacat-
(8)
cela dan dosa. Maka kita mesti semakin bergembira
apabila ditimpa berbagai pencobaan, dan apabila
menanggung impitan, kesusahan jiwa atau badan mana
pun di dunia ini demi hidup yang kekal.
(14) Sebaliknya Roh Tuhan menghendaki, agar daging
tetap dimatikan dan diaibkan, tetap hina dan nista. (15) Ia
mengusahakan kerendahan dan kesabaran serta keten-
teraman hati yang sejati, mumi dan sederhana. (16) Di atas
segala-galanya Ia senantiasa menginginkan takwa ilahi
dan kebijaksanaan ilahi serta cintakasih ilahi Bapa dan
Putra dan Roh Kudus.

