Page 159 - Proprum Fransiskan
P. 159

158
        dalamnya,  apabila  kita  mewujudkan  itu  pada  diri  kita
        sendiri,  bagi  orang-orang  lain  upacara  kita  hidup,  bila
        perbuatan  berbicara.  Aku  minta;  biarlah  kata-kata
        berhenti,  tetapi  perbuatan-perbuatan  semoga  terus
        berbicara. Kita ini penuh dengan kata-kata, tetapi kosong
        akan  perbuatan,  dan  oleh  karena  itu,  kita  dikutuk  oleh
        Allah. Sebab pohon ara itu dikutuk oleh Tuhan, karena
        Ia  tidak  mendapatkan  buah  padanya,  melainkan  hanya
        daun saja. (bdk Mat 21:19). Kata Paus Gregorius Agung:
        “Ada  hukum  bagi  pengkhotbah,  bahwasanya  ia
        melakukan apa yang dikhotbahkannya.” Menyia-nyiakan
        pengetahuan  hukumlah  orang  yang  menggagalkan
        ajarannya dengan perbuatannya.
        Tetapi para rasul “berkata-kata seperti yang diilhamkan
        Roh  Kudus  kepada  mereka  untuk  mengatakan”  (Kis
        2:4). Berbahagialah orang yang berbicara sesuai dengan
        yang  diilhamkan  Roh  Kudus,  bukan  menurut  hatinya
        sendiri.  Sebab  ada  orang  yang  berbicara  dari  rohnya
        sendiri,  dengan  mencuri  kata-kata  orang  lain,  lalu
        diutarakannya  sebagai  perkataannya  sendiri  dan  diang-
        gapnya sebagai olahannya sendiri. Tentang orang-orang
        demikian  itu  dan  yang  serupa  dengan  mereka,  Tuhan
        berkata dalam kitab Yeremia: “Sesungguhnya Aku akan
        menjadi lawan para nabi, - demikianlah firman Tuhan, -
        yang mencuri firman-Ku, masing-masing dari temannya.
        Sesungguhnya Aku akan menjadi lawan para nabi yang
        memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutara-
        kan  firman  Ilahi.  Sesungguhnya  Aku  akan  menjadi
        lawan mereka, yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta –
        demikianlah  firman  Tuhan,  -  dan  yang  menceritakan
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164