Page 310 - Proprum Fransiskan
P. 310
309
Bacaan II
Pembacaan dari buku “Soliloquium” (swacakap),
karya Santo Bonaventura.
Jiwa yang berbahagia itu adalah puteri Raja, mempelai
dan ratu.
Bila aku memandang sukacita yang akan datang, maka
rasa-rasanya aku nyaris kehilangan kekuatan karena
kagum, sebab suka cita itu akan ada di dalam dan di luar,
di atas dan di bawah dan disekelilingku. Engkau akan
bersukacita di dalam dan di atas segala-galanya. Sukaci-
tamu, kukira, telah digambarkan sebelumnya dalam
kitab Wahyu pada wanita bahagia yang berselubungkan
matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah
mahkota dua belas bintang di atas kepalanya (Why 12:1).
Wanita itu kukira adalah jiwa berbahagia, puteri,
mempelai dan ratu Raja abadi; ia adalah puteri oleh
karena penciptaan alami, mempelai oleh karena rahmat
pengangkatan menjadi anak, dan ratu oleh karena pem-
berian kemuliaan. Tepatlah dikatakan ia berselubungkan
matahari, karena ia dihiasi cahaya cemerlang pengila-
hian; dengan mahkota martabat kebahagiaan kekal; dan
di dalam kebahagiaan itu ada hiasan khusus, yakni dua
belas sukacita yang digambarkan dengan dua belas
bintang, yang oleh karenanya kebahagiaan surgawi itu
dihiasi dan diperindah. Hai, jiwaku, sukacita ini mesti
kaulintasi setiap hari dengan budi baktimu, dan engkau
jangan mencari hiburan di dalam kepapaan dan
persinggahan yang sekarang ini. Dalam harapan akan
sukacita ini maka tiap-tiap kesusahan hidup yang

