Page 307 - Proprum Fransiskan
P. 307
306
Bacaan I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.
Bacaan II
Pembacaan dariAkta Para Martir.
Mereka memelihara kesetiaan kepada Kristus dan
Gereja sampai mati.
Revolusi yang pecah di Perancis pada akhir abad ke 18
menggoyahkan hubungan agama dan masyarakat profan.
Dan revolusi itu berkecamuk hebat, khususnya melawan
Gereja dan pejabat-pejabatnya. Penjahat-penjahat mera-
jalela. Mereka melampiaskan kebenciannya yang berge-
lora terhadap Gereja, dengan berkedok filsafat. Menurut
kenyataannya mereka hendak melenyapkan nama
kristiani dari muka bumi Perancis. Geram keji berkeca-
muk terhadap para uskup, para pemimpin kelompok
religius dan para imam, karena mereka menentang
undang-undang yang tak adil, dan membela iman katolik
dengan teguh. Zaman lama penganiayaan rupa-rupanya
hidup kembali, dan mempelai Kristus yang tak bercela,
yaitu Gereja, bercahaya kembali dengan terang oleh
karangan bunga mulia para martir. Sungguh kejilah
penumpahan darah yang di awal September 1792 itu,
memerahi kota Paris dengan aliran darah termulia itu.
Dengan tepat sekali dapat dipakai istilah “kemartiran”
yang nyata dan suci para pahlawan kristiani yang tak
terkalahkan itu, yang dibantai karena kebencian terhadap
iman. Kurban pembantaian itu adalah 3 uskup, sejumlah
besar imam praja serta religius, dan sejumlah besar kaum
beriman yang berpangkat tinggi dalam masyarakat. Nah,

