Page 456 - Proprum Fransiskan
P. 456
455
dalam pewartaan! Di mana engkau telah melepaskan
kehendak yang jahat? Di dalam pewartaan! Di mana kau
peroleh kesabaran dan kau temukan kembali jiwamu
yang hilang? Dalam pewartaan. Di mana engkau telah
mengenal Allah? Dalam pewartaan. Di mana orang jahat
menjadi orang baik? Dalam pewartaan! Di mana
dilenyapkan kejahatan yang tak terbilang jumlahnya,
pembunuhan, kecemaran, khianat, kebencian dan
sebagainya itu? Dalam pewartaan. Siapa memelihara
umat dalam iman? Pewartaan. Sebab siapa yang tidak
mendengarkan sabda Allah adalah seperti binatang.
Siapa membasmi sesatan dan bidaah? Pewartaan.
Siapakah mempertobatkan dunia? Pewartaan. Untuk apa
Kristus mengutus para rasul? Untuk pewartaan. Siapa
menaburkan rahmat dan kebajikan di dalam jiwa-jiwa?
Pewartaan. Sebab “bukan kamu yang berkata-kata” (Mat
10:20). Sungguh pewartaan yang amat kudus, yang lebih
mulia dari pada segala harta! Berbahagialah orang yang
suka mendengarkan dikau, karena engkau adalah terang
besar, yang menerangi seluruh dunia. Kata Bernardus:
“Sabda Allah harus didengarkan dengan rela, diterima
dengan bakti, ditepati dengan penuh perhatian apa pun
yang menyangkut keselamatan jiwa. Dan hendaknya
didengarkan bukannya sebagai perkataan manusia,
melainkan sungguh sebagai sabda Allah, entah itu
melipur entah menasihati entah menegur”. Seperti
penabur yang lalai menyia-nyiakan benih, demikian pun
pendengar yang lalai akan menyia-nyiakan sabda Allah.
Karena itu, kata Agustinus: “Sekali lagi kutanyakan
kepada kamu, saudara-saudara dan saudari-saudari: kata-
kanlah kepadaku, apa gerangan menurut pendapatmu,

