Page 463 - Proprum Fransiskan
P. 463
462
indah, apabila saudara-saudara diam bersama-sama
dengan rukun. U: Karena mereka.
Bacaan II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura,
“Pembelaan kaum miskin”.
Janganlah kita pikirkan hal-hal yang tinggi, melainkan
arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang seder-
hana.
Penyelamat kita mulai dengan berkata: “Berbahagialah
orang yang miskin di hadapan Allah”. Dengan kata-kata
itu, Ia mengajak untuk melepaskan sepenuhnya segala
milik jasmani. Selanjutnya Ia menyambung: “Berbaha-
gialah orang yang lemah lembut.” Dengan kata-kata ini
ia mendorong untuk menyangkal kehendak dan pendapat
sendiri, yang membuat orang kasar dan kurang ajar.
Kemudian, dengan menambahkan: “Berbahagialah orang
yang berdukacita”, Ia menganjurkan untuk menjauhi
sepenuhnya nafsu daging. Lalu, dengan menyambung:
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan
kebenaran”, dan “Berbahagialah orang yang murah
hatinya”, Ia menarik orang untuk menanggung sesama
secara sabar, adil, baik dan rela hati. Sesudah itu, dengan
kata-kata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya”, dan
“Berbahagialah orang yang membawa damai”, Ia
membangkitkan kita untuk mengangkat hati kepada
Allah dengan akal jernih dan hati yang tenang dan suka
damai, yang oleh karenanya jiwa yang sempurna mirip
Yerusalem, yang berarti kota damai. Akhirnya dengan
menutup: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh

