Page 464 - Proprum Fransiskan
P. 464

463
        sebab  kebenaran,  karena  merekalah  yang  mempunyai
        kerajaan surga”, Ia kembali ke permulaan dan mengunci
        rangkaian itu, karena dalam ayat yang satu ini terpenuhi
        semuanya itu (Mat 5:3-10). Akan kesaksian hal itu maka
        bapa  suci  kaum  miskin,  Santo  Fransiskus  dalam  awal
        anggaran dasarnya mengemukakan tiga butir pertama itu
        sebagai dasar yang harus dihayati: “Anggaran dasar dan
        cara hidup saudara-saudara dina ialah menepati Injil suci
        Tuhan kita Yesus Kristus, sambil hidup dalam ketaatan,
        tanpa  milik  dan  dalam  kemurnian.”  Kemudian  ketiga
        butir selanjutnya dianjurkannya sebagai pelengkap yang
        layak  diinginkan:  “Hendaknya  mereka  perhatikan
        keinginan untuk memiliki Roh Tuhan melampaui segala-
        galanya  dan  membiarkan  Dia  berkarya  di  dalam  diri
        mereka;  ingin  selalu  berdoa  kepada-Nya  dengan  hati
        yang murni; ingin rendah hati, sabar dalam penganiaya-
        an  dan  sakit;  dan  ingin  mencintai  mereka  yang  meng-
        aniaya  mencela  dan  berperkara  dengan  kita”.  Di  sini
        Fransiskus menyentuh tiga butir yang lain itu. Sebab ia
        memulai dengan pengarahan hati kepada Allah, dan pada
        akhirnya, ia menyebut kerendahan hati terhadap sesama;
        dan  di  tengahnya  ia  menempatkan  kesabaran  dalam
        menanggung kemalangan.
        Jadi,  karena  ketiga  butir  pertama  manusia  sempurna
        disalibkan bagi dunia; dan karena tiga butir berikutnya ia
        menyerupai  Allah,  sehingga  seakan-akan  melalui  enam
        sayap Serafin, Kristus menerakan stigmata-Nya sebagai
        meterai  pembenaran.  Kepada  si  kecil  miskin  ini,  yang
        menempati dan mengajarkan kesempurnaan injil secara
        sempurna.  Dengan  itu  ia  menaruh  tanda  yang  jelas
   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469