Page 21 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 21

AngTBul

                       atau dikatakan dan dilaksanakan oleh Allah sewaktu-waktu dalam diri
                       mereka  atau  melalui  mereka,  sesuai  dengan  firman  Tuhan  ini:
                       Walaupun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk       Luk 10:20
                       kepadamu.   (7) Hendaklah  kita  insafi  sungguh-sungguh,  bahwa  tidak
                                                                          (8)
                       ada  yang  kita  miliki  selain  cacat-cela  dan  dosa.  Maka  kita  mesti
                                                                                               Bdk Yak 1:2
                       semakin  bergembira  apabila  ditimpa  berbagai  pencobaan,  dan

                       apabila menanggung impitan, kesusahan jiwa atau badan mana pun
                       di dunia ini demi hidup yang kekal.
                       (9) Karena  itu,  saudara  sekalian,  hendaklah  kita  waspada  terhadap
                       segala  kesombongan  dan  kemu  liaan  sia-sia.     (10) Hendaklah  kita
                       melindungi  diri  terhadap  kebijaksanaan  dunia  ini  dan  terhadap
                       kecerdikan  daging;   (11) sebab  roh  daging   menghendaki  dan  banyak   Rm 8:6
                                                                34
                       berusaha  untuk  berbicara  tetapi  sedikit  berbuat;    (12) dan  yang

                       dikejamya  bukanlah  hidup  keagamaan  dan  kekudusan  rohaniah

                       batiniah,  tetapi  yang  dikehendaki  dan  diinginkannya  ialah  hidup

                       keagamaan  dan  kekudusan  yang  lahiriah  tampak  di  mata  orang.

                       (13) Tentang  mereka  itu  Tuhan  berfirman:  Aku  berkata  kepadamu,
                                                                                               Mat 6:2
                       sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
                       (14) Sebaliknya Roh Tuhan menghendaki, agar daging tetap dimatikan
                       dan diaibkan, tetap hina dan nista.   (15) Ia mengusahakan kerendahan
                       dan  kesabaran  serta  ketenteraman  hati  yang  sejati,  mumi  dan
                       sederhana.   (16) Di  atas  segala-galanya  Ia  senantiasa  menginginkan
                       takwa  ilahi  dan  kebijaksanaan  ilahi  serta  cintakasih  ilahi  Bapa  dan
                       Putra dan Roh Kudus.
                       (17) Marilah  kita  mengembalikan  semuanya  yang  baik  kepada  Tuhan
                       Allah Yang Mahatinggi dan Mahaluhur dan mengakui, bahwa semua
                       yang baik adalah milik-Nya.  Marilah kita mengucap syukur kepada-
                       Nya atas segala-galanya karena dari Dialah berasal semua yang baik.
                       (18) Dia,  Yang  Mahatinggi  dan  Mahaluhur,  satu-satunya  Allah  yang
                       benar,  semoga  Dia  memiliki,  dan  hendaknya  kepada-Nya

                       dikembalikan,  dan  semoga  la  sendiri  menerima  segala  hormat  dan

                       bakti, segala  pujaan dan  pujian, segala syukur dan  kemuliaan;  milik
                                                                                               Bdk Luk 18:19
                       Dialah segalanya yang baik, Dia satu-satunya yang baik.
                       (19) Bilamana  kita  melihat  atau  mendengar  orang  mengatakan  atau
                       melakukan  yangjahat  atau  menghujat  Allah,  maka  marilah  kita
                       mengatakan  dan  melakukan  yang  baik  dan  memuliakan  Allah,  yang   Bdk Rm  12:21
                       terpuji selama-lamanya.                                                 Rm 1:25




                       34    roh daging ialah kecenderungan menjadikan diri sendiri sebagai pusat segalanya.  Kalau orang
                           dikuasai  dan  diperbudak  olehnya,  maka  hasilnya  ialah  orang  itu  lebih  mementingkan  hal
                           lahiriah,  juga  dalam  hal-hal  yang  baik,  agar  mendapat  pujian,  penghormatan  dan
                           menyombongkan  diri.  "Roh  daging"  berlawanan  dengan  "Roh  Tuhan"  yang  justru
                           menghasilkan  kerendahan  hati,  kemiskinan,  takwa  dan  syukur  pada  Allah.    Allah  menjadi
                           pusat.  Ungkapan- ungkapan ini amat khas dalam seluruh spiritualitas Fransiskus.
                                                                 21
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26