Page 202 - Proprum Fransiskan
P. 202

201
        apa  yang  dikatakan  di  salib  kepada  penyamun  yang  di
        samping  Kristus  itu:  “Hari  ini  juga  engkau  akan  ada
        bersama Aku di dalam firdaus.” (Luk 23:43).
        Tetapi  supaya  penyeberangan  itu  sempurna  adanya,
        maka perlulah supaya segala kegiatan akal-budi dilepas-
        kan,  dan  supaya  puncak  segala  perasaan  dialihkan
        kepada Allah dan diubah ke dalam-Nya. Tetapi ini gaib
        adanya dan teramat rahasia, tidak diketahui oleh seorang
        pun,  kecuali  yang  menerimanya,  dan  tak  seorang  pun
        menerimanya,  kecuali  yang  menginginkannya;  dan  tak
        seorang  pun  menginginkannya  kecuali  orang  yang
        sampai  ke  tulang  sumsumnya  dinyalakan  oleh  api  Roh
        Kudus  yang  diutus  Kristus  ke  bumi.  Karena  itu  sang
        rasul  berkata  bahwa  “kebijaksanaan  gaib  ini  telah
        dinyatakan oleh Roh Kudus” (1Kor 2:10).
        Jika engkau bertanya bagaimana hal itu terjadi, mohon-
        kanlah  rahmat,  bukan  ilmu  pengetahuan,  kerinduan,
        bukan  akal,  kesah  doa  dan  bukan  kerajinan  membaca;
        mohonkanlah  mempelai  bukan  guru,  Allah  bukan
        manusia,  kehangatan  bukan  kecerlangan  dan  bukan
        terang, melainkan api yang menyalakan jiwa seluruhnya
        dan  yang  mengubahnya  ke  dalam  Allah  melalui
        cengkeraman ekstase  dan perasaan hati  yang  berkobar-
        kobar. Api itu ialah Allah sendiri, “Yang mempunyai api
        di Sion” (Yes 31:9). Ada pun api itu dinyalakan Kristus
        dalam  kehangatan  sengsara-Nya  yang  berkobar-kobar,
        yang  hanya  dapat  dipahami  benar-benar  oleh  dia  yang
        berkata seperti Ayub: “Aku lebih suka dicekik dan mati”
        (Ayub 7:5). Siapa yang menyambut baik kematian ini, ia
        dapat memandang Allah; sebab tak dapat diragukan lagi
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207