Page 199 - Proprum Fransiskan
P. 199
198
Ant. 2. Bagaikan sungai tercurah ajarannya; ia
meninggalkan ajarannya kepada mereka
yang mencari kebijaksanaan.
Ant. 3. Sesungguhnya aku berjerih-payah bukan
untuk diriku sendiri, melainkan bagi
semua orang yang mencari kebenaran.
Bacaan I
Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan (Keb 8:2-7.9-
13.16-19)
Kebijaksanaan adalah pengantar dalam pengetahuan
Tuhan dan memilih setiap pekerjaan-Nya
Aku jatuh cinta kepada kebijaksanaan dan kucari sejak
masa mudaku, aku berusaha memperolehnya sebagai
mempelaiku dan aku menjadi pencinta kemolekannya. Ia
membanggakan asal usulnya yang luhur karena bergaul
dengan Allah, dan dikasihi oleh Dia yang memerintah
segala sesuatu. Sebab kebijaksanaan adalah pengantar
dalam pengetahuan Tuhan, dan memilih setiap peker-
jaan-Nya.
Kalau kekayaan merupakan milik yang diinginkan dalam
kehidupan, maka apa gerangan yang lebih kaya dari pada
kebijaksanaan yang mengerjakan segala sesuatu? Kalau
kepintaran yang bekerja, siapa gerangan di antara semua
yang ada yang lebih berbakat seni dari pada kebijak-
sanaan? Dan kalau seseorang mengasihi kebenaran,
maka kebajikan adalah hasil jerih payah kebijaksanaan.
Sebab ia mengajarkan menahan diri dan berhati-hati,
keadilan dan keberanian; dari pada semuanya itu tidak
ada sesuatupun dalam kehidupan yang lebih berguna

