Page 303 - Proprum Fransiskan
P. 303

302
        “Para  suster  hendaklah  dengan  sungguh-sungguh
        memperhatikan,  supaya  mereka  pertama-tama  berusaha
        memperoleh  Roh  Tuhan  serta  pekerjaann-Nya  yang
        kudus  dengan  hati  yang  murni  dengan  doa  yang
        bersahaja, memurnikan suara hati mereka dari keinginan
        duniawi dan dari kesia-siaan dunia ini, dan oleh karena
        kasih,  bersatu  dengan  Kristus,  Pengantin  mereka.”
        Manusia  modern  terserap  oleh  media  massa  ke  dalam
        kisaran  aneka  ragam  kesan-kesan  inderawi.  Bukankah
        kehadiran jiwa-jiwa yang berdiam dan berjaga ini, yang
        tertuju  langsung  kepada  realita  yang  tak  kelihatan,
        merupakan  –  bagi  manusia  modern  –  suatu  tanda  dari
        penyelenggaraan  ilahi  agar  manusia  tidak  kehilangan
        matra  sejati  dari  hakikatnya,  yaitu  panggilan  untuk
        mengarahkan perhatiannya ke dalam luasnya Allah yang
        tak terbatas? Masih ada pesan kedua, yang mendekatkan
        Santa  Beatrix  dengan  pengalaman  kita,  dan  yang
        membuat  kesaksiannya  menjadi  amat  aktual  bagi  kita.
        Kita  hidup  dalam  masyarakat  yang  permisif,  yang
        rupanya  membolehkan  apa  saja  dan  rupanya  tidak  lagi
        mengenal  pembatasan-pembatasan.  Akibat-akibatnya
        nampak  jelas  di  depan  mata  kita,  yaitu  meluasnya
        kebiasaan-kebiasaan  buruk  atas  nama  kebebasan  yang
        difahami  secara  salah,  yang  tidak  lagi  mengindahkan
        protes orang-orang yang lurus hati dan jujur yang merasa
        tersinggung,  suatu  kebebasan  yang  mengejek  serta
        menginjak  nilai-nilai,  seperti:  harga  diri,  rasa  malu,
        martabat  manusia,  hak  orang  lain;  pokoknya  yang
        mendasari  hidup  bermasyarakat  yang  teratur.  Nah,
        Masyarakat  bangsawan  dari  masa  Renesans,  dunia
        istana-istana  para  pangeran,  sebagaimana  digambarkan
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308