Page 304 - Proprum Fransiskan
P. 304
303
dokumen-dokumen zaman itu, menampilkan, - selain
kekecualian-kekecualian yang termasyhur, - juga banyak
sekali gambaran umum yang rupa-rupanya memantulkan
pengalaman-pengalaman tertentu zaman modern kita.
Itulah lingkungan, dimana Santa Beatrix mematangkan
keputusan hidupnya. Segera setelah menyadari bahwa
kecantikannya yang istimewa menimbuilkan hawa nafsu
kurang baik dalam lingkungannya, maka bangsawati
muda yang bagaikan bunga yang tumbuh di tanah
berlumpur dan yang menampilkan kuntumnya yang utuh
untuk menerima sinar pertama matahari itu, segera
meninggalkan hiruk pikuk kesibukan istana, - demikian
dikisahkan oleh biografinya yang pertama – ia
meninggalkan hiruk pikuk kesibukan istana bagaikan
pengungsi dari Mesir, untuk menerima hukum kesela-
matan; dan setelah pengungsian itu dijalaninya, ia lalu
menginjakkan kakinya di tanah terjanji pada orang
kudus”. Untuk itu ia mengarahkan keputusannya akan
tetap menjadi perawan. Di dalam riwayat hidupnya,
dikatakan: “Menyadari bahwa kecantikan yang dimiliki
itu berasal dari Tuhan, ia lalu memutuskan bahwa
seumur hidupnya, pria dan wanita mana pun tidak akan
melihat wajahnya.” Dapatkah sikap itu dianggap
berlebih-lebihan? Orang-orang Kudus selalu menaruh
tantangan terhadap konformisme atas kebiasaan-
kebiasaan kita, - yang sering dianggap bijaksana hanya
karena menyenangkan. Radikalisme kesaksian mereka
bertujuan menggoncang kelambanan kita, dan menuntut
kita untuk menemukan kembali nilai ini atau itu yang
terlupakan; misalnya, nilai kemurnian sebagai penge-
kang diri secara berani atas kecenderungan-kecende-

