Page 38 - Proprum Fransiskan
P. 38
37
keluar dari dalam hati. Sebab siapa yang melakukan
tobat dan didengarnya Allah, tentulah ia juga
memperoleh anugerah ini, yakni bahwa ia menjauhkan
pergaulan dengan orang-orang jahat.
“Semua musuhku mendapat malu dan sangat terkejut;
mereka mundur dan mendapat malu dalam sekejapan
mata”. Doa ini sangat bermanfaat; dan menurut
pendapatku, doa itu mengandung rasa malu dan
penyesalan batin. Sebab siapa yang berkelakuan jahat,
meninggalkan kejahatannya jika ia merasa malu dan
berubah batin. Sebagaimana kalau kita melihat seseorang
mendekati tubir dan tempat yang curam, kita akan
mencegah dia untuk terus melangkah, dengan berkata:
“Hai manusia, mau ke mana? Di depanmu kan ada
jurang menganga!” demikian pulalah si pengarang
mazmur ingin supaya orang jahat berbalik. Demikian
pula orang akan binasa, jika ia tidak segera mengekangi
kudanya yang lari tegar. Oleh karena itu, saudara-
saudara, hendaklah kita pun mengambil obat yang
mengerjakan keselamatan, yakni melakukan pertobatan,
yang melenyapkan dosa-dosa kita. Akan tetapi pertobat-
an itu bukan yang dinyatakan dengan kata-kata,
melainkan yang dibuktikan dengan perbuatan; perto-
batan inilah yang melenyapkan noda-noda kejahatan dari
dalam hati. Sebab sang nabi berkata: “Basuhlah,
bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu
yang jahat dari depan mata-Ku” (Yes 1:1-16). Mengapa
kelimpahan kata-kata ini? Tidak cukupkah mengatakan
saja: “Jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat
dari hatimu” untuk menerangkan seluruh maksud?

