Page 33 - Proprum Fransiskan
P. 33
32
maka terbakar oleh amarahnya yang hebat, Sultan
menyuruh menyiksa mereka dengan pelbagai cara dan
menyesah mereka dengan hebatnya di tempat yang
terpisah-pisah. Maka algojo-algojo yang bengis lalu
mengikat tangan dan kaki serta mengalungi leher suci
mereka dengan tali kemudian meyeret mereka kian
kemari di tanah sambil memukuli mereka dengan kejam
sampai usus mereka nyaris keluar. Di atas luka-lukanya
dipecahkan botol-botol berisi minyak panas dan cuka;
pecahan-pecahan botol itu disebarkan di atas tanah, lalu
orang-orang suci itu dilemparkan dan digulingkan di
atasnya. Demikianlah mereka sepanjang malam disiksa
dan didera dengan hebatnya, sambil terus dijaga oleh
lebih dari tiga puluh orang Sarasin. Adapun raja Maroko
berkobar-kobar murkanya; ia menyuruh supaya para
saudara itu dibawa ke hadapannya. Dengan tangan
terikat dan dilucuti segala pakaiannya dan tanpa alas
kaki, orang-orang suci yang berlumuran darah akibat
deraan serta pukulan terus-menerus itu diseret ke
hadapan raja. Ketika raja melihat mereka dan mendapati
mereka amat teguh imannya, lalu ia pun mendatangkan
beberapa wanita. Setelah orang-orang lainnya disuruh
meninggalkan tempat itu, raja berkata: “Jika kamu
bertobat kepada iman kami, kamu akan kuberi wanita-
wanita itu dan uang banyak; dan kamu pun akan
dihormati di dalam kerajaanku.” Tetapi, orang-orang
suci itu menjawab: “Wanita-wanita dan uang baginda
tidak kami inginkan! Semuanya itu kami remehkan,
demi Kristus.” Maka raja pun marah, lalu mengambil
pedangnya, dan satu per satu membelah kepala mereka.
Waktu itu tiga bilah pedang patah. Demikianlah raja

