Page 425 - Proprum Fransiskan
P. 425
424
kapel kotanya, yang dianugerahkannya kepada Saudara-
saudara Dina, maka di depan beberapa hadirin ia
melepaskan kehendak sendiri, segala semarak duniawi
dan apa saja yang dalam Injil, seturut nasihat sang
Penyelamat, harus ditinggalkan. Setelah melakukan hal
itu, dan karena ia melihat, bahwa terserap oleh keramai-
an dunia dan kemuliaan duniawi negeri tempat ia pernah
berkecimpung mulai sewaktu suaminya masih hidup,
maka biarpun tanpa persetujuanku ia mengikuti saya ke
Marburg. Di sana ia membangun sebuah rumah sakit dan
mengumpulkan orang sakit dan orang-orang cacat, dan
mengajak mereka yang paling papa dan hina makan
semeja dengannya. Selain kegiatan-kegiatan aktif itu,
harus saya akui juga bahwa jaranglah saya mengenal
seorang wanita yang memiliki kurnia kontemplasi
tingkat atas seperti dia. Beberapa biarawan dan biarawati
telah menyaksikan, bahwa apabila ia kembali dari
berdoa sendirian, sering mereka melihat wajahnya
bercahaya dengan ajaib dan dari matanya terpancar sinar
seperti sinar matahari. Sebelum ajalnya, saya sempat
mendengar pengakuan dosanya. Ketika saya tanyakan,
apa yang mesti diatur mengenai harta benda dan segala
perabot miliknya, maka ia menyahut bahwa apa yang
tampak sebagai miliknya adalah kepunyaan orang
miskin. Lalu ia minta dengan sangat kepada saya untuk
membagi-bagikan semuanya kepada mereka itu, kecuali
pakaian dalam yang sedang dipakainya, dan agar ia
dimakamkan dengan baju tersebut. Lalu ia menyambut
tubuh Tuhan, dan sampai sore hari ia terus berbicara
tentang hal-hal terbaik yang telah didengarnya dalam
khotbah-khotbah. Kemudian ia memohon doa dari para

