Page 424 - Proprum Fransiskan
P. 424
423
Elisabet mengenali dan mengasihi Kristus dalam diri
orang-orang miskin.
Sejak dini Elisabet mulai kokoh dalam hal keutamaan-
keutamaan. Sebagaimana sepanjang hidupnya ia adalah
pelipur kaum miskin, demikian pun waktu itu ia menjadi
dermawan sepenuhnya bagi orang-orang yang kelaparan;
ia menyuruh bangun rumah sakit dekat salah sebuah
purinya, dan di sana ia mengumpulkan banyak orang
sakit dan orang cacat. Kepada semua orang yang minta
sedekah kepadanya, dibagi-bagikannya juga derma
cintakasih dengan berlimpah-limpah; dan bukan hanya
di situ saja tetapi juga di seluruh wilayah kekuasaan
suaminya. Seluruh penghasilan yang diperolehnya dari
keempat daerah kekuasaan suaminya ditanggalkannya
sepenuhnya, sedemikian sehingga akhirnya seluruh
perlengkapan dan semua busana berharga dijualnya demi
kepentingan orang-orang msikin. Dua kali sehari, pagi
dan sore, ia mengunjuingi sendiri orang-orang sakitnya,
malahan sendiri merawat orang-orang yang paling
menjijikkan dari antara mereka: yang satu disuapinya,
yang lain dibaringkannya dan yang lain lagi dipanggul di
atas pundaknya; masih banyak tugas kemanusiaan lain
yang dilakukannya. Di dalam semuanya itu ia diperha-
tikan dan dibenarkan oleh suaminya, yang kini sudah
almarhum. Akhirnya setelah suaminya meninggal ia
mengejar kesempurnaan paling luhur, dengan meminta
dengan cucuran air mata kepada saya, agar diizinkan
meminta-minta dari pintu ke pintu. Dan tepat pada hari
Jumat Agung, ketika semua altar telah ditelanjangi,
maka sambil meletakkan tangannya di altar pada sebuah

