Page 435 - Proprum Fransiskan
P. 435
434
ia melulu memberikan harapan akan keselamatan, ia
melulu membuat berkenan kepada Allah. Kasih itu
mengandung keutamaan sedemikian besar, sehingga dari
antara segala keutamaan hanya kasih yang dapat disebut
“keutamaan”. Siapa yang memilikinya, adalah kaya raya
dan berbahagia. Siapa yang tidak memilikinya, adalah
miskin, papa dan malang. Karena kasih itu keutamaan
yang begitu besar, maka harus diusahakan lebih dari
segala keutamaan lainnya. Itu pun bukan sembarang
kasih, melainkan hanya kasih yang mengasihi Allah
melebihi segala sesuatu dan yang mengasihi sesama
manusia.
Bagaimana engkau harus mengasihi sang Pencipta,
diajarkan kepada kita oleh sang Pengantin di dalam Injil:
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan
dengan segenap jiwa dan dengan segala akal budimu.”
(Mat 22:37). Hamba Yesus Kristus yang terkasih,
perhatikanlah dengan saksama, kasih macam apa yang
diharapkan oleh Yesus, kekasihmu itu dari padamu.
Kekasihmu itu menghendaki, supaya engkau menyerah-
kan segenap hatimu, segenap jiwamu, seluruh akal
budimu kepada sang kekasih sehingga tiada seorang lain
pun mendapat tempat dalam segenap hatimu, dalam
segenap jiwamu dan dalam seluruh akal budimu,
bersama Dia. Jadi, apakah yang harus kauperbuat untuk
mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu?
Bagaimana dengan segenap hati itu? Dengarkanlah kata-
kata Santo Yohanes Krisostomus: “Mengasihi Allah
dengan segenap hati ialah: Hatimu jangan condong
untuk mencintai apa-apa pun jua, selain mencintai Allah,

