Page 440 - Proprum Fransiskan
P. 440

439
        tungan,  saat  itu  juga  ia  tenggelam  dalam  kemalangan.
        Maka dari itu, ketahuilah ibuku, bahwa kesesakan amat
        besar dan dukacita yang tak terhingga telah menghimpit
        jiwa  ragaku,  dan  saya  pun  tertekan  berat  dan  tersiksa
        hebat,  yang  hampir  tak  dapat  saya  utarakan,  anda  dan
        para  saudariku  yang  lainnya:  padahal  saya  berharap
        dapat  hidup  dan  mati  bersama  kalian  di  dunia  ini.
        Kesesakan  ini  ada  awalnya,  tetapi  tidak  ketahuan
        akhirnya;  tidak  pernah  berkurang,  tetapi  selalu
        bertambah.  Baru  saja  terbit  nampaknya  bagi  saya  dan
        sama sekali belum condong untuk terbenam. Kesesakan
        ini  selalu  dekat  pada  saya  dan  tidak  pernah  mau
        menjauh.  Saya  sebenarnya  mengira  bahwa  orang-orang
        yang  akrab  dan  bersatu  di  surga,  juga  hidup  dan  mati
        bersama  dibumi  ini;  dan  bahwa  satu  liang  kubur  akan
        menampung orang-orang yang kodratnya serupa. Tetapi
        seperti  yang  saya  saksikan,  ternyata  saya  keliru.  Saya
        merasa  kesesakan,  ditinggalkan,  dan  saya  gelisah  dari
        segala sudut.
        Hai saudari-saudariku yang teramat baik, berdukacitalah
        bersama saya. Saya minta, bantulah saya dengan doa-doa
        suci kalian agar kesesakan saya dapat saya tanggung dan
        tidak menekan saya. Ibu yang terkasih dan tuan puteri,
        apa gerangan akan saya katakan, karena saya tidak boleh
        berharap dapat melihat kalian kembali, saudari-saudari-
        ku. Dari segi ini, tidak ada seorangpun dari antara semua
        kekasihku  yang  dapat  menghibur  saya  (bdk.  Rat  1:2);
        tetapi dari segi yang lain, saya amat terhibur, dan kalian
        juga  boleh  bergembira  bersamaku.  Sebab  yang  saya
        peroleh adalah kerukunan yang besar, bukan perpecahan,
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445