Page 49 - Proprum Fransiskan
P. 49
48
kepada-Ku jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa” (Yoh
6:44), yaitu dengan ilham. Langkah masuk ke dalam
lapangan kesempurnaan Injili yang subur dan membaha-
giakan itu, tidak lain daripada meninggalkan dunia,
daging dan kehendak sendiri. Sebab Yesus, Putera yang
terberkati Santa Perawan berkata: “Siapa yang hendak
mengikuti Aku, hendaklah menyangkal dirinya dan
memikul salibnya” (Mat 16:24), dengan tobat yang tak
kunjung putus atas dosa-dosa yang diperbuat, agar
jangan jatuh ke dalam penghojatan Allah dan agar
memelihara baik-baik rahmat Ilahi. Maka dari itu putera-
puteri yang terkasih, perhatikanlah bahwa kalian telah
dipanggil kepada ketaatan yang sempurna tanpa jasamu;
dan hendaklah selalu taat dalam segala hal yang tidak
melawan Allah, suara hati dan Anggaran dasar.
Janganlah kita mengutamakan pandangan kita sendiri di
atas pandangan atasan-atasan kita. Sebab kebijaksanaan
sejati tunduk kepada Yesus dan kepada Bunda-Nya yang
terkasih itu. Orang yang sungguh taat melakukan begitu
saja, apa yang dilakukannya demi Allah. Ia tidak
memperhatikan sesuatu pun selain ketaatan yang sejati,
dn itu pun dengan rasa hormat, seakan-akan ia telah
menerima perintah itu dari mulut Yesus sendiri. Apalagi,
bila menurut pendapat manusia perintah itu lebih
mudah,tetapi di hadapan Allah, yang lebih bernilai
adalah ketaatan yang penuh kerendahan hati; sebab dari
ketidaktaatan datanglah kejahatan; satu dua orang yang
taat jauh lebih bernilai daripada seratus ribu doa orang
yang tidak taat. Jika kita taat kepada Allah, maka Ia pun
akan menaati kita. Kecuali penyangkalan diri kita, Tuhan
kita juga menghendaki agar kita memanggul salib kita;

