Page 46 - Proprum Fransiskan
P. 46
45
kami dijebloskan lagi ke dalam penjara. Keesokan
harinya tangan kami diikat di belakang punggung, dan
sambil berjalan kaki, kami diantar ke Osaka, dikawal
orang berkuda. Pada hari berikutnya kami dikeluarkan
daripenjara, dinaikkan ke atas kuda, diarak di jalan-jalan
kota. Kemudian kami dibawa ke kota Sakai, dan di sana
pun kami mendapat perlakuan yang sama. Di ketiga kota
itu selalu ada bentara resmi. Kami sudah tahu bahwa
kami akan dijatuhi hukuman mati. Tetapi setelah kami
berada di Osaka, barulah diberitahukan kepada kami
suatu keputusan bahwa untuk itulah kami harus berjalan
terus ke Nagasaki.
Saudara-saudara terkasih, demi kasih Allah, hendaknya
kamu sungguh-sungguh menganjungkan kami kepada
Allah, agar persembahan hidup kami berkenan kepada-
Nya. Sejauh yang saya dengar di sini, saya menduga
kami akan disalibkan pada hari Jumat yang akan datang.
Sebab pada hari Jumat kami juga telah dikerat sebagian
telinga kami di Kyoto. Hal ini kami terima sebagai
anugerah Allah. Oleh karena itu kami semua mohon
dengan hangat kepada kalian demi kasih Allah, untuk
mendoakan kami.
Saudara-saudara terkasih, bantulah kami dengan doa
kalian, agar kematian kami berkenan kepada hadirat
ilahi. Di surga, yang kami harapkan akan kami masuki,
kami akan mengingat kalian. Tetapi di sini pun saya
tidak akan lupa kalian semua yang terkasih; sebab
dengan segenap hati saya telah dan masih mencintai
kalian. Selamat berbahagia saudara-saudara yang

