Page 68 - Proprum Fransiskan
P. 68

67
        kepada  orang  lain  apakah  dia  harus  secepat  mungkin
        pergi ke harta karun itu? Seberapa lebih cepat lagi orang
        harus menggali harta karun surgawi?”
        Saudara Aegidius biasa berkata: “Banyak orang mema-
        suki  hidup  religius,  tetapi  tidak  hidup  sebagai  religius
        dengan semestinya. Orang-orang ini seperti orang-orang
        tolol yang ditempatkan dalam persenjataan Roland tanpa
        mengetahui  bagaimana  harus  berperang  dengan
        persenjataan itu. Saya tidak menganggap sebagai sesuatu
        yang  hebat  masuk  ke  dalam  istana  raja,  juga  bukanlah
        sesuatu  yang  agung  menerima  hadiah  dari  raja,  tetapi
        saya  sungguh  menganggapnya  sebagai  sesuatu  yang
        besar  untuk  mengetahui  bagaimana  saya  harus
        bertingkah laku dalam istana raja. Hidup religius adalah
        istana Raja yang Agung. Bukanlah sesuatu yang agung
        untuk bisa masuk ke dalamnya dan menerima anugerah-
        anugerah  dari  Tuhan,  tetapi  saya  pandang  sungguh
        sesuatu yang agung hidup dalam istana Tuhan dan tetap
        bertahan di dalamnya dengan keyakinan dan kesadaran
        sampai mati. Akan tetapi, aku lebih suka memilih hidup
        di dunia dengan keyakinan dan kesadaran, dan menghin-
        dari  masuk  hidup  religius,  daripada  hidup  dalam  kehi-
        dupan religius tetapi merasa kelelahan karenanya.”
        Demikian juga dia biasa berkata: “Bagi saya, kelihatan-
        nya kehidupan religius Saudara-saudara Dina diberikan
        kepada  dunia supaya menjadi  hal  yang  sangat  berman-
        faat bagi umat manusia. Celakalah kita, bila kita menjadi
        orang yang tidak melakukan yang seharusnya. Bagi saya
        hidup  Saudara-saudara  Dina  nampak  sebagai  suatu
        kehidupan yang paling miskin dan paling kaya di dunia
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73