Page 182 - Proprum Fransiskan
P. 182

181
        Hari  ini,  derita  pada  tangan,  kaki  dan  lambungku
        kambuh lagi; tetapi malam yang berharga kulalui penuh
        siksaan  dan  sengsara:  syukur  kepada  Allah!  Tadi  pagi,
        aku  menerima  sakramen  pengakuan;  dari  padanya  aku
        menimba  kekuatan  untuk  menderita  lebih  banyak  lagi.
        Dan  dalam  komuni  kudus,  aku  pun  mengalami  rahmat
        Allah  yang  berkuasa  dan  bertakta  dalam  sanubariku,
        dengan  cara  rohani  yang  baru,  entah  bagaimana.  Dan
        lagi,  sejak  beberapa  hari  ini  aku  mengalami  adanya
        karya  suci  tertentu  di  dalam  hatiku,  yang  tak  dapat
        kutentukan coraknya. Dari sebab itu, aku hanya hendak
        menggambarkan akibat yang ditinggalkan karya suci itu
        dalam diriku.
        Akibat  pertama  adalah  keinsyafan  yang  pedih  atas
        kesalahanku,  keinginan  yang  mendesak  akan  bertobat-
        nya  jiwa-jiwa,  untuk  ujud  itu  aku  rela  mengurbankan
        darah dan hidupku; dan lagi, kepercayaan tak terhingga
        kepada kerahiman Allah dan kepada kasih sayang serta
        cinta  kasih  Santa  Perawan  Maria.  Akibat  yang  kedua
        adalah: manakala aku merasa ditinggalkan dan dibenam-
        kan  dalam  lautan  godaan,  maka  pada  saat  aku  meng-
        alami perasaan gaib itu, aku pun puas kembali, dilimpahi
        dengan  kedamaian  luhur,  yang  berakar  kokoh  dalam
        kehendak Allah.
        Adapun  akibat  yang  ketiga  ialah  begini:  bilamana  aku
        merasa  batinku  disesakkan  oleh  gangguan-gangguan
        setan dan secara lahir disibukkan oleh hal-hal lain, demi
        tugas berjalan ke sana kemari, bersibuk dengan ini dan
        itu,  maka  tenaga  gaib  itulahn  yang  mengerjakannya
        sampai  aku  melaksanakan  semuanya,  walaupun  aku
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187