Page 179 - Proprum Fransiskan
P. 179
178
kepala mereka itu, jangan sampai hilang karena
kelemahan mereka; tetapi dengan menghinakan maut,
hendaklah mereka menangkapnya dengan gagah berani.
Akhirnya, dengan melihat dia yang mendahului mereka
dengan semangat berkobar-kobar, hendaklah mereka
mengikuti dia. Sambil mengucapkan kata-kata ini dan
kata-kata lainnya, Pater Nikolaus Pieck dengan gesit
menaiki tangga, sambil tak henti-hentinya membesarkan
hati kawan-kawannya, sampai lehernya terikat kencang
dan suaranya terbungkam. Ketika ia bergantung, maka
vikarius Hieronimus dan pater Nikasius van Heeze serta
pastor-pastor paroki yaitu imam praja Leonardus dan
Nikolaus juga ikut membangkitkan semangat kawan-
kawannya, menguatkan dan meneguhkan kesediaan
mereka untuk mati.
Semuanya, kecuali empat orang, digantung pada balok
yang panjang. Sedangkan pada balok yang lain digan-
tungkan Godefridus van Duin, di antara gardian dan
bruder Kornelius. Adapun yang keempat Yakobus,
Nobertin, digantung pada sebuah tangga. Hukuman
gantung itu nampaknya dilaksanakan secara sembrono,
sehingga tidak diperhatikan apakah orang yang
digantung itu mati tercekik atau tidak. Sebab pada
korban yang satu misalnya, jeratnya dipasang seperti tali
kekang di mulut sedangkan pada korban yang lain,
jeratnya dipasang pada puncak dagu; dan yang lain lagi
jeratnya betul dipasang pada leher tetapi kurang
kencang. Karena itu terjadilah, bahwa saluran nafas
tertutup perlahan-lahan sehingga mereka amat tersiksa
karena bergantung begitu lama; bahkan beberapa

