Page 226 - Proprum Fransiskan
P. 226
225
Siapa yang dengan mata hari merenungkan cacat-
cacatnya, perlulah ia merendahkan diri dengan sungguh-
sungguh di bawah kuasa Allah. Karena itu kunasehatkan
kepadamu, sebagai hamba Allah, supaya apabila engkau
mendapat pengetahuan akan cacat-cacatmu, hendaklah
engkau sungguh-sungguh merendahkan diri dan
meremehkan dirimu sendiri. “Sebab kerendahan hati
itu”, - kata Santo Bernardus – “adalah keutamaan yang
dengan bantuannya orang nampak pada dirinya tak
berharga”. Karena kerendahan hati itulah bapa kita Santo
Fransiskus mau memandang dirinya tak berarti.
Kerendahan hati dicintai dan diinginkannya sejak awal
hidup religiusnya, hingga akhir hidupnya. Untuk itu ia
meninggalkan dunia. Ia menyuruh orang menyeret dia
bertelanjang di sepanjang kota. Ia melayani orang-orang
kusta, mengakui dosa-dosanya di dalam kotbahnya dan
menyuruh orang mengutuki dia. Keutamaan ini harus
lebih kau pelajari dari Putera Allah sendiri, karena Ia
berkata: “Belajarlah dari pada-Ku karena Aku lemah
lembut dan rendah hati” (Mat 11:29).
Sebagaimana asal setiap dosa adalah kesombongan,
demikian pula kerendahan hati adalah dasar segala
keutamaan. Belajarlah dengan jujur menjadi rendah hati;
jangan dengan bermuka dua seperti orang-orang
munafik, yang kerendahan hatinya tidak berharga.
Tentang mereka Kitab Suci mengatakan: “Ada orang
yang berjalan sambil membungkuk karena susah, tetapi
batinnya penuh penipuan” (Sir 19:26).
Dari sebab itu jika engkau mau mencapai kerendahan
hati yang sempurna, maka engkau harus menempuh

