Page 227 - Proprum Fransiskan
P. 227
226
jalan rangkap tiga. Yang pertama, memandang Allah.
Sebab engkau mesti memandang Allah sebagai asal
segala kebaikan. Karena Ia asal segala kebaikan, maka
engkau mesti berkata kepada dirimu sendiri: “Segala
pekerjaan kami telah Kaukerjakan dalam diri kami, ya
Tuhan”. Dan oleh karenanya, maka segala kebaikan
mesti kaukembalikan kepada-Nya dan tiada sesuatu pun
untuk dirimu sendiri, mengingat bahwa bukanlah
kekuatanmu atau keperkasaan tanganmu sendiri yang
melakukan kebaikan yang ada padamu; sebab “bukan
kamu sendiri, melainkan Tuhanlah yang telah membuat
kamu”.
Jalan yang kedua, ialah ingat akan Kristus. Engkau
mesti ingat kembali bahwa Kristus telah direndahkan
sampai ke tingkat kematian yang amat keji, dan
direndahkan begitu rupa sehingga Ia digolongkan orang
kusta. Maka nabi Yesaya berkata: “Kita mengira Dia
kena tulah dan ditindas Allah” (Yes 53:4). Bahkan Ia
direndahkan begitu rupa, sehingga di jaman-Nya, tiada
sesuatu pun dipandang lebih rendah daripada-Nya. Dan
kalau Tuhan dan Guru kita sendiri berkata: “Seorang
murid tidak lebih dari gurunya atau seorang hamba lebih
dari tuannya” (Mat 10:24), maka jika engkau sungguh
hamba Kristus, jika engkau murid Kristus, tentu engkau
menjadi tak berharga, tak terpandang dan rendah.
Jalan ketiga yang harus kautempuh, bila engkau mau
mencapai kerendahan hati yang sempurna, ialah
mengamat-amati dirimu sendiri. Nah, engkau meng-
amat-amati dirimu sendiri, jika engkau memikirkan, dari
mana engkau datang dan ke mana engkau akan pergi.

