Page 231 - Proprum Fransiskan
P. 231

230
        memperoleh rahmat. Maka Sirakh berkatka: “Doa orang
        miskin menembus awan, dan ia tidak akan terhibur smpt
        mencapai tujuannya; ia tidak akan berhenti hingga Yang
        Mahatinggi memandangnya dan memberikan hak kepada
        orang benar dan menjalankan keadilan” (Sir 35:17-18).
        Karena  itu  hendaklah  kalian  rendah  hati,  hai  hamba
        Allah, hai sahaya Kristus, sehingga kalian tidak pernah
        membiarkan kesombongan merajalela di dalam hatimu.
        Kalian  kan  punya  guru  yang  rendah  hati,  yakni  Tuhan
        kita  Yesus  Kristus.  Kalian  kan  mempunyai  ibu  guru
        yang  rendah  hati,  Yakni  Santa  Perawan  Maria,  Ratu
        Semesta  Alam.  Hendaklah  kalian  rendah  hati,  sebab
        bapa  kalian,  Santo  Fransiskus,  adalah  rendah  hati.
        Hendaklah  kalian  rendah  hati,  karena  ibu  kalian  pun
        rendah hati, yakni Santa Klara, suri teladan kerendahan
        hati. Hendaklah kalian rendah hati, sedemikian, sehingga
        kesabaran  menjadi  saksi  kerendahan  hati  kalian.  Sebab
        keutamaan  kerendahan  hati  digenapi  oleh  kesabaran.
        Kerendahan  hati  tanpa  kesabaran  bukanlah  kerendahan
        hati yang benar. Dengan tepat sekali hal ini disaksikan
        Santo  Agustinus,  yang  berkata:  “Mudahlah  menaruh
        selubung di depan matamu, mengenakan pakaian lusuh
        dan  sahaja,  dan  melangkah  dengan  menundukkan
        kepala,  tetapi  orang  yang  sungguh  rendah  hati  dikenal
        karena  kesabarannya,  seturut  Yesus  bin  Sirakh:
        ‘Hendaklah sabar dalam kehinaanmu’” (bdk Sir 2:4).
        Ah, celaka! Dengan berat hati aku berkata, banyak dari
        antara kita hendak menyombongkan diri di dalam biara,
        padahal di dunia sudah pasti mereka itu orang rendahan
        saja. Maka itu Santo Bernardus berkata: “Aku melihat, -
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236