Page 32 - Proprum Fransiskan
P. 32
31
berkepanjangan. Karena tidak mau merintangi utusan
mereka oleh sakitnya itu, maka ia menyuruh kelima
saudara lainnya untuk terus pergi ke Maroko, memenuhi
perintah Allah dan bapa Fransiskus. Saudara-saudara
yang suci itu setuju. Dan setelah meninggalkan saudara
Vitalis yang sakit itu di sana, mereka menruskan
perjalanannya ke Coimbria. Dari sana, dengan melepas
jubah, mereka tiba di Sevilla, yang waktu itu merupakan
kota kaum Sarasin. Pada suatu hari, dikobarkan oleh
Roh, mereka datang ke masjid, tempat ibadah kaum
Sarasin. Ketika mereka hendak masuk, kaum Sarasin
marah hebat, menyerang dengan teriakan, dorong-
mendorong dan pukulan dan sama sekali tidak mengizin-
kan mereka masuk ke dalam masjid. Akhirnya mereka
sampai ke pintu gerbang istana. Mereka menghadap
Sultan seakan-akan diutus sebagai duta Raja diraja
Yesus Kristus. Ketika mereka mengemukakan banyak
hal tentang iman Katolik kepada Sultan seraya
mendesaknya untuk bertobat dan menerima baptis, maka
Sultan menjadi sangat marah. Ia menyuruh supaya
kepala mereka dipenggal. Tetapi kemudian, setelah
Sultan mendapat nasehat para tua-tua, mereka lalu
dikirim ke Maroko, sesuai dengan keinginan para
saudara itu sendiri. Setelah tiba di sana, mereka segera
mulai berkotbah di pasar, di depan kaum Sarasin. Ketika
raja mendengar hal itu, ia menyuruh orang menjebloskan
mereka ke dalam penjara, di mana mereka ditawan tanpa
makan dan minum dua puluh hari, hanya disegarkan
oleh hiburan Ilahi. Lalu si penguasa menyuruh supaya
mereka dihadapkan kepadanya. Ketika didapatinya
bahwa mereka itu mengakui iman Katolik dengan teguh,

