Page 372 - Proprum Fransiskan
P. 372

371
        hendaklah kita selalu berkata “seorang hamba tidak lebih
        tinggi dari pada tuannya”.
        Hendaknya kita menempatkan di tengah-tengah renung-
        an  kita,  kata-kata  yang  diucapkan  orang-orang  Yahudi
        dengan berang, yaitu: “Engkau kerasukan setan! Engkau
        orang  Samaria!  Ia  mengusir  setan  dengan  kuasa
        Beelzebul” (Luk 11:15). Semuanya itu telah ditanggung-
        Nya,  agar  dengan  mengikuti  jejak-Nya  kita  dapat
        menanggung  sindiran-sindiran,  yang  biasanya  paling
        menyakitkan. Tetapi ia tidak hanya menanggung semua-
        nya;  ia  bahkan  berusaha  sedapat  mungkin  untuk  mele-
        paskan orang yang melontarkan hal-hal itu dari ancaman
        hukuman;  sebab  rasul-rasul  diutus-Nya  justru  untuk
        keselamatan  mereka.  Engkau  kan  mendengar  mereka
        berkata: “Kami tahu, bahwa kamu telah berbuat begitu
        karena  ketidaktahuan”  (Kis  3:17);  dan  demikianlah
        mereka  menarik  orang-orang  untuk  bertobat.  Ini
        hendaknya kita tiru. Sebab tiada sesuatu pun yang lebih
        mendamaikan  Allah  daripada  mengasihi  musuh  dan
        berbuat baik kepada orang-orang yang bersalah kepada
        kita.
        Apabila  seseorang menyusahkan engkau, maka  jangan-
        lah memperhatikan  orang itu;  perhatikanlah  setan  yang
        menggerakkan  dia;  dan  terhadap  setan,  timpakanlah
        segala amarahmu,  namun kasihanilah  orang  yang  dige-
        rakkan oleh setan. Sebab jika dusta itu berasal dari setan,
        apalagi murka yang tidak beralasan, tentulah datang dari
        setan.  Apabila  engkau  mengalami  seseorang  menghina
        engkau,  maka  ingatlah,  bahwa  sebenarnya  orang  itu
        dibujuk  oleh  setan;  sebab  menghinakan,  bukanlah  sifat
   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377