Page 375 - Proprum Fransiskan
P. 375
374
Saudara Daniel, mantan provinsial Kalabaria, Italia
Selatan, orang yang bijaksana dan arif, bersama dengan
enam saudara yang penuh bakti kepada Allah, berkobar-
kobar semangatnya dan dengan segenap kekuatan
batinnya mendambakan keselamatan kaum Sarasin.
Karena itu, mereka tidak gentar mempertaruhkan nyawa,
asal dapat mempersembahkan buah karya yang mereka
inginkan itu kepada Allah. Maka, pada suatu haru Jumat
mereka berbincang-bincang tentang keselamatan jiwa
mereka sendiri serta orang-orang lain. Pada hari Sabtu
berikutnya, mereka mengaku dosa pada saudara Daniel
dan menyambut Ekaristi kudus dengan sangat
khidmatnya dan menyerahkan diri mereka sepenuhnya
kepada Tuhan. Dengan senjata itulah, pada hari
Minggunya, pagi-pagi, para satria Kristus itu memulai
perjuangannya. Mereka menaburi kepalanya dengan abu,
lalu masuk kota dengan diam-diam; setelah sampai ke
tengah-tengah kota, dan dikuatkan oleh daya Roh
Kudus, mereka mewartakan nama Tuhan tanpa takut
sambil berlarian di tengah kota; dan dengan lantang
mereka menyerukan di lapangan-lapangan kota bahwa
tidak ada keselamatan yang benar di luar nama-Nya.
Laksana api, sabda ilahi berkobar-kobar dalam hati
mereka masing-masing; dan seakan-akan mau jatuh
pingsan, mereka tak mampu menahan kemanisan kasih
Ilahi yang begitu besar itu. Kaum Sarasin memukuli
kepala mereka, mencerca dan mencambuki mereka.
Akhirnya mereka ditangkap dan dihadapkan kepada raja.
Mereka diperiksa dengan bantuan juru bahasa. Bagaikan
kerasukan Roh Kudus, mereka menyatakan nama Tuhan.
Raja dan seisi istana menertawakan mereka sebagai

