Page 419 - Proprum Fransiskan
P. 419

418
        sendiri.  Dialah  yang  telah  mengilhami  kami  untuk
        mewartakan  kebenaran  dan  keselamatan  kepada  anda,
        sebab Kristus berkata dalam Injil: “Siapa yang percaya
        dan dibaptis akan diselamatakan, tetapi siapa yang tidak
        percaya,  akan  dihukum”  (Mrk  16:16).  Maka  kadi
        bertanya  kepada  mereka:  “Maukah  kalian  menarik
        kembali  semuanya  itu,  dan  menjadi  Sarasin  dan  luput
        dari maut? Sebab, jika tidak, kalian harus mati!” Jawab
        mereka  dengan  tegas:  “Kami  sama  sekali  tidak  akan
        menarik  kembali  kata-kata  tersebut;  bahkan  kami  rela
        dan lebih suka mati dan menanggung segala aniaya demi
        kebenaran  dan  iman  katolik.  Karena  semua  yang  telah
        kami  katakan  adalah  kudus,  katolik  dan  benar.”
        Mendengar itu, kadi dan dewan penasihatnya menjatuh-
        kan hukuman mati. Baru saja keputusan hukuman mati
        itu dijatuhkan, semua orang Sarasin yang hadir serentak
        menyerbu  dengan  teriakan  keras,  dan  berkata:  “Bunuh
        mereka! Bunuh mereka!” Lalu martir-martir itu dipukuli
        dengan  benda  apa  saja,  sehingga  mereka  pingsan  dan
        rebah ke tanah. Semuanya itu terjadi pada jam tiga siang.
        Karena teriakan gerombolan itu, mereka lalu tinggal di
        situ  hingga  tengah  malam.  Sekitar  tengah  malam,  kadi
        menyuruh  supaya  mereka  ditelanjangi  dan  diikat  pada
        tiang-tiang,  lalu  dicambuki  dengan  bengis,  sehingga
        mereka samasekali tidak dapat mengaso atau beristirahat
        sedikit  pun,  tetapi  terus  merasakan  siksaan  yang  amat
        kejam itu.
        Pada  hari  ketiga  mereka  dibawa  ke  tempat  yang  biasa
        digunakan untuk menghukum para penjahat. Di hadapan
        panglima dan kadi serta sepasukan tentara Sarasin yang
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424