Page 210 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 210
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
Semangat anti religius, khususnya anti kontemplatip diekspor kemana-
mana. Itu berarti bahwa biara-biara kontemplatip dihalang-halangi, dilarang
dan ditutup. Hanya negeri Spanyol terluput dari kerusakan umum.
Setelah Napoleon kalah dan hilang dari panggung sejarah dan negara-negara
(kerajaan-kerajaan) di Eropa dipulihkan (restorasi), keadaan bagi kaum
religius tidak membaik. Meskipun raja-raja itu Kristen, bahkan Katolik, na-
mun umumnya mereka anti-klerikal. Mereka sendiri mengurus hal-hal ger-
ejani (demi kepentingan negara) dan mereka menganggap kaum religius,
khususnya yang kontemplatip, tidak berguna dan tidak perlu. Mereka
melarang biara-biara menerima calon baru dan banyak biara ditutup saja.
Milik mereka tetap disita.
Di pertengahan abad XIX di mana-mana kembali meledak revolusi-revolusi
(anti raja-raja tersebut), antara lain di negera kepausan dan di Roma. Raja-
raja diturunkan dan terbentuklah “republik” (atau kerajaan, di mana raja
tidak berkuasa sedikit pun). Revolusi-revolusi itu pun menghanyutkan
Spanyol, Portugal dan Amerika Latin. Kalau para penguasa-penguasa masih
dapat menerima kongregasi aktip (memang banyak yang terbentuk selama
abad XIX antara lain banyak macam Fransiskanes), sebagai “obat sosial” bagi
kerusakan yang disebabkan Napoleon dan revolusi-revolusi, namun ter-
hadap yang kontemplatip yang dianggap tidak berguna, para penguasa re-
publik itu tidak toleran sama sekali. Mereka terus dilarang menerima talon.
Milik mereka sudah disita, sehingga mereka benar-benar miskin sampai
melarat.
Tidak hanya Ordo II terpukul dan kehilangan dayanya, juga Ordo I sangat
mundur selama abad XVIII/XIX. Oleh karena jumlahnya kecil, yang terpecah
menjadi pelbagai kelompok dalam Ordo Fransiskan, maka Paus Leo XIII
pada tahun 1897 mempersatukan semua kelompok “Observantes” dengan
Surat keputusan (Bulla) “Felicitate Quadam”. Ia menghapuskan semua
sebutan tambahan (Recollecti, Reformelli, Alcantarini dsb). Pemersatuan itu
sebenarnya disuruh tetapi tidak berjalan lancar. Maka usaha Paus Leo XIII
mesti diteruskan oleh Paus Pius X (1911-1912) dan Paus Pius XII (19451946).
Maka sejak tahun 1897 masih tersisa tiga cabang (otonom) dalam Ordo I
(Fransiskan, Conventual, Kapusin). Maka juga semua tambahan pada Klaris
hilang, sehingga juga hanya tersisa: Urbanis, Koletin, Kapusines. Sejak 1956
208

