Page 209 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 209
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
Dominikan, Karmelit dan kemudian Yesuit) turut berangkat untuk merebut
dunia bagi Raja Kristus, terdukung oleh raja-raja Spanyol dan Portugal. Para
pengikut Klara pun ikut serta dalam “misi” dengan arti kata moderen itu.
Sejauh diketahui sekitar tahun 1587 ada dua biara Klaris di Amerika Latin
dan pada tahun 1680 jumlahnya sudah 20. Bahkan sejak 1540 mereka sudah
berada di Mexiko. Mereka pun ikut ke Timur Jauh, sehingga pada tahun 1621
mereka berada di Manila dan pada tahun 1633 di Macao.
Setelah, sebagai hasil konsili Trente, Gereja Katolik sendiri melancarkan
“reformasi” menyeluruh, yang serentak menjadi “Kontrareformasi”
sehingga semangat Katolik dikobarkan, maka para Klaris di Italia, Spanyol,
Portugal dan Perancis mengalami masa kesuburan yang cukup mencolok.
Muncul sejalan dengan apa yang terjadi dalam Ordo I - Klaris “Strictioris Ob-
servantiae”, Klaris “Recollectinae” dan sebagainya, yang merupakan hasil se-
mangat kontrareformasi. Pembaharuan yang paling ketat – belum ada yang
seketat itu – muncul di Spanyol terpengaruh oleh Petrus Alcantara OFM. Ka-
rena itu Klaris itu mendapat sebutan “Alcanterinae”. Kelompok itu secara
mutlak kembali kepada Anggaran Dasar Klara dan mempunyai konstitusi-
konstitusi sendiri. Kecuali kemiskinan mutlak, konstitusi-konstitusi itu pun
menekankan ulah-tapa, berdiam diri terus menerus, menyendiri di bilik
(sempit). Hidup berkomunitas direduksikan sampai minimal. Yang secara
definitip mendirikan Klaris ini ialah Kardinal Fransiskus Barbarini dan pada
tahun 1676 konstitusi-konstitusi diresmikan oleh Paus Clemen X. Fransiskus
Barbarini itu seorang pendukung Petrus Alcantara dan gaya hidup Klaris ini
mirip dengan gaya hidup Fransiskan yang mengikuti Petrus Alcantara.
C. Zaman Pencerahan Dan Rasionalisme (Abad XVIII-XIX)
Abad XVIII menjadi masa sial. Zaman pencerahan budi membawa akhirnya
revolusi Perancis, yang ekornya panjang sekali. Revolusi (tahun 1789)
meledak, tetapi mula-mula para penggeraknya bukan anti Katolik dan anti
Gereja. Tetapi dengan cepat revolusi itu menjadi anti Gereja, anti rohani-
wan/rohaniwati. Pada tahun 1789 semua milik Gereja (termasuk ordo-ordo
religius) disita. Tahun berikutnya (1790) semua ordo religius (kecuali be-
berapa yang aktip) dilarang. Maka Klaris pun di Perancis mesti bubar. Revo-
lusi Perancis melahirkan Napoleon (tahun 1802-1813). Dia itu melancarkan
perang dan mengekspor “revolusinya” dan merusak seluruh Eropa.
207

