Page 212 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 212

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

                                           PENUTUP

           Memang agak sukar menilai situasi aktual para Klaris. Selama pertengahan
           abad  XX,  tekanan  atas  Gereja  Katolik  dan  kaum  religiusnya  dari  pihak
           negara-negara amat berkurang. Di daerah “Misi” Gereja dan kaum religius
           malah kerap kali didukung, oleh karena dianggap memperkuat kedudukan
           pemerintahan penjajah. Maka Gereja Katolik – yang memang sangat teriso-
           lasikan dan agak tertutup di dalam dirinya – serta kaum religiusnya men-
           galami masa subur dan jaya, khususnya di daerah “Misi”. Tetapi juga kaum
           religius agak tertutup di dalam dirinya dan terkurung dalam Gereja Katolik
           yang merupakan semacam “benteng” yang bertembok tinggi.

           Tetapi  di  pertengahan  abad  XX  meledaklah  sebuah  krisis  intern  Gereja
           Katolik, yang dianggap dan merasakan diri “ketinggalan zaman”. Di banyak
           bagian  Gereja  Katolik  hidup  religius  pun  mengalami  krisis  yang  parah.
           Tetapi kali ini perkaranya bukan kemerosotan, melainkan suatu krisis iden-
           titas. Jumlah anggota lembaga-lembaga religius dengan pesat berkurang dan
           amat banyak yang meninggalkan panggilannya.

           Konsili Vatikan II (1962-1965) mencoba menghadapi krisis itu dan kembali
           mengarahkan Gereja Katolik. Kaum religius pun disuruh kembali kepada ka-
           risma  semula  dan  serentak  menyesuaikannya  dengan  situasi  baru.  Krisis
           ternyata tidak segera terbendung. Sebaliknya tambah parah. Menjelang akhir
           abad XX dampak Konsili barulah mulai dirasakan dan belum jelas perkem-
           bangan mau ke mana.

           Hidup religius-kontemplatip, termasuk Klaris, tentu saja tidak terluput dari
           krisis umum itu. Namun mereka (antara lain Klaris) yang tetap setia pada
           arah dasarnya tidak begitu terpukul seperti misalnya Ordo I. Yang terpukul
           hebat hanya mereka yang dengan menyesuaikan diri menanggalkan karisma
           aslinya. Maka bagi mereka yang setia kiranya tetap ada masa depan yang
           tidak terlalu suram.











           210
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217