Page 79 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 79
1SurBerim
12. SUKACITA YANG SEJATI DAN SEMPURNA
124
(1) Saudara yang sama (yaitu Saudara Leonardus) menceritakan di sana
juga, bahwa pada suatu hari, di tempat kediaman "Santa Maria",
125
Santo Fransiskus memanggil Leo dan berkata:
Saudara Leo, tulislah!
(2) Ia menjawab: Ya, saya siap.
(3) Tulislah, katanya, manakah sukacita Yang sejati itu.
(4) Seorang utusan datang dan menyampaikan bahwa semua guru
besar di Paris telah masuk ordo, tulislah, bukan itu sukacita Yang
sejati. (5) Demikian juga semua pejabat gerejawi di sebelah
126
pegunungan, uskup agung dan uskup; juga para raja Prancis dan raja
Inggris: tulislah, bukan itulah sukacita Yang sejati.
(6) Demikian juga bahwa saudara-saudaraku telah pergi kepada orang-
orang Yang tak beriman dan mempertobatkan mereka semua
menjadi orang beriman; serta bahwa aku mendapat anugerah besar
dari Allah, sehingga aku menyembuhkan orang sakit dan membuat
banyak mukjizat: aku mengatakan kepadamu, bahwa sukacita yang
sejati tidak terletak dalam semuanya itu.
(7) Akan tetapi, manakah sukacita yang sejati itu?
(8) Aku kembali dari Perugia dan waktu sudah larut malam aku tiba di
situ. Musim dingin, berlumpur, begitu dinginnya, sehingga butir-butir
air yang dingin menjadi beku di ujung-ujung jubah, menusuk-nusuk
(9)
dan melukai kaki dan darah keluar dari luka-luka itu. Aku pun tiba di
pintu, berlumuran lumpur, kedinginan dan diliputi es; dan setelah
lama mengetuk-ngetuk dan memanggil, datanglah seorang saudara
dan bertanya: Siapa itu? Aku menjawab: Saudara Fransiskus. (10) Dia
pun berkata: Pergilah! Sekarang bukan saatnya untuk bepergian;
engkau tidak boleh masuk. (11) Ketika aku mendesak, ia menjawab:
Pergi, engkau seorang tolol dan tidak terpelajar! Karena itu, engkau
tidak bisa datang kepada kami. Kami sudah begitu banyak dan begitu
penting, sehingga kami tidak memerlukan engkau. (12) Akan tetapi, aku
tetap berdiri di pintu dan berkata: Demi kasih Allah, terimalah aku
malam ini saja. (13)Dia menjawab: Tidak mungkin! Pergilah ke
127
tempat "Para Pembawa Salib" dan mintalah di sana.
124 Naskah ini termasuk kelompok "karya dikte" (lht pengantar; lht juga catatan pada BrkBern).
125 "Santa Maria" yaitu Portiunkula.
126 Naskah ini jelas merupakan dikte, yang hanya berupa "konsep". Butir-butir yang kurang
panting hanya dikaitkan dengan "Demikian juga" (item), dan hanya diikuti kata kunci.
Penyelesaiannya diserahkan pada sekretaris. "di sebelah pegunungan" yaitu daerah sebelah
Alpen.
127 "tempat Para Pembawa Salib" (= locus Cruciferorum) menunjuk rumah sakit yang tidak jauh
dari Portiunkula, yang dipimpin oleh anggota ordo yang disebut Ordo Para Pembawa Salib.
79

