Page 75 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 75
Pth
Pasal XXII
Menerima teguran
(1) Berbahagialah hamba, yang menerima peringatan, tuduhan dan
teguran, yang disampaikan orang lain, dengan begitu sabamya
seperti kalau dari dirinya sendiri datangnya.
(2) Berbahagialah hamba, yang menerima dengan rela bila ditegur,
menurut dengan penuh hormat, mengakui kesalahan dengan rendah
hati, dan mengadakan pemulihan dengan senang hati.
(3) Berbahagialah hamba, yang tidak cepat memaafkan dirinya sendiri,
dan yang dengan rendah hati menanggung permaluan dan hardikan
mengenai suatu dosa, padahal ia tidak berbuat salah.
Pasal XXIII
Kerendahan hati
(1) Berbahagialah hamba, yang di antara bawahannya, temyata tetap
rendah hati, seperti kalau ia berada di antara tuan-tuannya.
(2)
Berbahagialah hamba, yang selalu bersedia menerima cambuk
teguran.
(3) Hamba yang setia dan bijaksana ialah orang, yang setiap kali
melukai orang, tidak menunda-nunda menghukum dirinya dalam
batin melalui penyesalan, dan secara lahiriah dengan pengakuan dan bdk Mat 24:45
pemulihan nyata.
Pasal XXIV
Kasih sejati
(1) Berbahagialah hamba, yang dengan kasih yang besar mengasihi
saudaranya yang sakit, dan yang karena sakit tidak mampu membalas
budi baiknya, sama seperti kalau saudaranya itu sehat sehingga
dapat membalas budi baiknya.
Pasal XXV
Lagi: kasih sejati
(1) Berbahagialah hamba, yang secara mendalam mengasihi dan
menyegani saudaranya yang jauh darinya, sama seperti kalau
saudara itu berada di dekatnya; dan di belakangnya tidak akan
mengatakan sesuatu, yang pasti tidak akan dikatakannya dalam
suasana kasih kalau berhadapan muka dengannya.
Pasal XXVI
Hormat kepada para rohaniwan
(1) Berbahagialah hamba, yang menaruh kepercayaan kepada para
75

