Page 74 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 74
Pth
Luk 8:18
Pasal XIX
Hamba Allah yang tetap rendah
(1) Berbahagialah hamba, yang tidak menganggap dirinya lebih baik
apabila ia dipuji dan dihormati orang, daripada apabila dipandang
hina, bodoh dan nista. (2) Sebab, seperti apa nilai seseorang di
hadapan Allah, begitulah nilai orang itu dan tidak lebih.
(3) Celakalah religius, yang diberi kedudukan tinggi oleh orang lain, dan
tidak mau turun atas kehendaknya sendiri. (4) Akan tetapi
berbahagialah hamba, yang diberi kedudukan tinggi bukan atas
kehendaknya sendiri, dan selalu ingin menjadi tumpuan kaki orang Mat 24:46
lainnya.
Pasal XX
Sukacita yang sejati dan yang hampa
(1) Berbahagialah religius, yang hanya menemukan kegirangan dan
sukacita di dalam firman dan karya Tuhan yang tersuci, (2) dan
menggunakannya untuk membuat orang lain mengasihi Allah dengan
gembira dan sukacita. bdk Mzm 51:10
(3) Celakalah religius, yang mencari kesenangan di dalam kata-kata
yang kosong dan lelucon yang hampa, dan memanfaatkannya untuk
membuat orang-orang tertawa.
Pasal XXI
Religius yang dangkal dan pembual
(1) Berbahagialah hamba, yang bila berbicara, tidak memamerkan
segala yang dipunyainya sebagai kedok suatu upah dan tidak cepat
mengeluarkan kata-kata, tetapi menimbang dengan bijaksana
Ams 29:20
katakata yang harus diucapkan dan jawaban yang harus
diberikannya.
(2) Celakalah religius, yang bukannya menyimpan di dalam hatinya bdk Luk 2:19.51
semua yang baik yang dinyatakan Tuhan kepadanya, dan bukannya
memperlihatkannya kepada orang lain dengan perbuatan, tetapi
malah lebih suka memamerkannya kepada orang-orang dengan kata- bdk Mat 6:2
kata, sebagai kedok bagi suatu imbalan. (3) Dia sendiri sudah
mendapat upahnya, dan mereka yang mendengarkannya tidak Mat 6:16
memetik banyak buah.
74

