Page 144 - Proprum Fransiskan
P. 144
143
bergolak dan menundukkan keinginan kodrat nafsu itu
daripada akal budi.
Tetapi dari perjuangan itu, kita dapat keluar sebagai
pemenang, dengan bergulat. Walaupun boleh dikatakan
bahwa dengan mengikuti jejak Yesus Kristus kita harus
menyalibkan daging kita terus menerus namun bagi kita
manislah rasanya di dalam hidup yang fana ini sudah
boleh mengenyam sukacita surgawi, yang jauh melebihi
kesenangan dunia, sekadar roh mengatasi tubuh, dan
surga melebihi bumi. Karena ulah tapa suci dan matiraga
yang dilakukan dengan sukarela itu mengandung suatu
kesedapan, yang tidak dapat diberikan oleh barang-
barang rapuh yang cepat berlalu. Inilah yang sering
dialami Anna Maria de Yesus de Paredes. Dan ketika ia
terdorong khususnya oleh kasih kepada Allah dan
cintanya kepada sesama manusia, menyiksa dirinya
dengan siksaan hebat untuk memulihkan dosa-dosa
orang-orang lain, kadang-kadang lepas dari ideranya
mengalami ekstase, ia merasa dan mengenyam sedikit
dari kebahagiaan abadi itu.
Maka diperkuat dan digembleng rahmat Ilahi, ia
berusaha sedapat mungkin untuk memelihara bukan
hanya keselamatannya sendiri, tetapi juga keselamatan
orang-orang lain. Dengan murah hati diringankannya
penderitaan orang-orang miskin, dientengkannya beban
orang-orang sakit. Bilamana terjadi bencana hebat,
seperti gempa bumi dan wabah yang menggoncang dan
menyiksa sesama warga, maka ia berusaha dengan
rendah hati, dengan berdoa, dengan mohon pendamaian,
dan dengan mengurbankan hidupnya, untuk memperoleh

