Page 148 - Proprum Fransiskan
P. 148
147
melakukan ulah tapa, dan dalam melakukan itu jangan
menuruti kesenanganmu, tetapi tepatilah terutama
perintah-perintah para pemuka. Sebab dengan berbuat
demikian, engkau akan memperoleh banyak rahmat pada
Tritunggal yang Mahakudus, yang mengenal isi hatimu.
Hendaklah kaupelihara, agar hatimu selalu bernyalakan
kasih Ilahi, sebab engkau melihat, bahwa lalat tidak
mendekati air panas, melainkan air suam. Demikian pun
iblis dengan pikiran-pikiran yang kotor, akan lari dan
menjauh dari jiwa yang bernyalakan kasih Ilahi;
sedangkan jiwa yang suam dalam hal cinta kasih sesama
dan dalam hal kasih kepada Allah, akan dihinggapi
kerumunan pikiran yang sia-sia dan tak berguna, seperti
kawanan lalat yang tenggelam di dalamnya. Dari
padanya timbul kelalaian jiwa yang mencelakakan, yang
dipupuk oleh rasa kantuk. Maka itu terjadilah, bahwa
banyak orang dalam hidup membiara itu tertidur, dan
karena salah duga, mengira, bahwa mereka dengan
tertidur pun dapat mencapai kesempurnaan. Tetapi
ketika ajal mendekati, mereka hanya mengumpulkan
lalat-lalat saja. Dari sebab itu bukalah matamu dan
berjagalah, supaya engkau jangan berhambur-hamburkan
hari-hari dari waktu singkat yang masih tersisa dari
hidupmu di dunia ini.
Hendaklah berjaga-jaga, dan giat sekadar rahmat yang
diberikan Tuhan kepadamu, seraya berkata bersama sang
rasul: “Kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku
tidak sia-sia” (1Kor 15:10), sebab aku mencari Engkau
mulai fajar menyingsing.

